KabarBaik.co – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kanjuruhan yang berada di Kabupaten Malang menerima alokasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) tahun ini sebesar Rp 32,75 miliar.
Anggaran ini akan digunakan untuk meningkatkan infrastruktur pelayanan kesehatan, memperluas fasilitas Unit Gawat Darurat (UGD), serta melakukan pemeliharaan rutin pada alat medis berteknologi tinggi.
Direktur Utama RSUD Kanjuruhan Nur Rochmah, menyatakan walaupun realisasi pembayaran anggaran tercatat 0 persen hingga triwulan II, semua proses pengadaan telah selesai sepenuhnya.
“Banyak pekerjaan yang bersifat tahunan, dan pembayarannya dilakukan di akhir tahun. Jadi meskipun realisasi keuangan tampak nol, semua kontrak dan pengadaan sudah dinyatakan selesai,” jelasnya saat dijumpai di RSUD Kanjuruhan, Selasa (12/8).
Berikut ini adalah alokasi DBHCHT untuk RSUD Kanjuruhan pada tahun 2025 dalam beberapa program utama:
1. Pengadaan Alat Kesehatan Baru senilai Rp 3,6 miliar, yang terdiri dari 6 unit, termasuk 5 unit brankar untuk transfer pasien dan 1 unit Picture Archiving and Communication System (PACS) yang berfungsi untuk mengirim hasil pemeriksaan radiologi secara digital dan real-time kepada dokter.
2. Perluasan Gedung UGD dari lantai 1 hingga lantai 4 dengan anggaran sekitar Rp 17 miliar. Fasilitas ini akan meningkatkan jumlah tempat tidur, memperluas ruang untuk pelayanan kegawatdaruratan, dan menyediakan ruang untuk ICU, ICCU, NICU, PICU, Unit Stroke, Perinatologi, dan Kamar Bersalin.
3. Rehabilitasi Gedung Diponegoro dengan biaya Rp 2,5 miliar, termasuk renovasi ruang rawat inap kelas 1 dan kelas 3 agar memenuhi standar Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).
4. Pemeliharaan dan Kalibrasi 51 Unit Alat Kesehatan Canggih seperti CT Scan, MRI, X-Ray, USG, EKG, tempat tidur pasien elektrik, serta mesin sterilisasi. Pemeliharaan ini dilakukan minimal empat kali dalam setahun untuk memastikan ketepatan dan keselamatan penggunaan peralatan.
Rochmah menjelaskan bahwa UGD RSUD Kanjuruhan sering mengalami kelebihan beban lantaran keterbatasan ruang. Dengan pembangunan dan perluasan fasilitas yang didanai oleh DBHCHT, diharapkan kapasitas rumah sakit bisa meningkat dari 240 tempat tidur menjadi lebih dari 260.
“Tujuan penambahan ruang ini adalah untuk memenuhi kebutuhan penanganan pasien gawat darurat, sekaligus mendukung program kesehatan prioritas nasional seperti layanan jantung dan stroke,” ungkapnya.
Rochmah menambahkan bahwa seluruh proyek yang didanai oleh DBHCHT 2025 di RSUD Kanjuruhan ditargetkan untuk selesai pada akhir tahun. Dengan selesainya pengadaan alat kesehatan, rehabilitasi, dan perluasan UGD, diharapkan rumah sakit ini dapat memberikan pelayanan yang lebih cepat, tepat, dan sesuai dengan standar medis yang modern.
“Dana cukai ini tidak hanya memperbaiki fasilitas fisik, tetapi juga meningkatkan kualitas pelayanan. Dengan sistem digital PACS dan peralatan yang terkalibrasi, diagnosis akan dilakukan dengan lebih cepat dan akurat,” pungkasnya.(*)








