Terungkap, Profil Ibu Tiri Raja Ternyata ASN di Lingkungan Kemenag

oleh -200 Dilihat
NIZAM SUKABUMI

KabarBaik.co, Sukabumi – Kasus kematian tragis santri 12 tahun, Nizam Syafei (NS), kian membuka fakta baru yang mengejutkan. Sosok terdekat korban yang semula tak banyak disorot, kini justru menjadi pusat perhatian. Ibu tirinya, berinisial TR, ternyata tercatat sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia.

Dari informasi yang dihimpun perempuan berusia 47 tahun itu diketahui bertugas di Kantor Urusan Agama (KUA) Kalibunder, wilayah Sukabumi. Fakta tersebut menambah sorotan publik, mengingat statusnya sebagai abdi negara yang seharusnya juga menjadi teladan.

Nama TR mencuat ke publik setelah diduga terlibat dalam penganiayaan di lingkungan rumah tangga korban. Dugaan itu semakin menguat karena sebelum meninggal dunia, Raja–panggilan akrab Nizam–membuat pengakuan. Videonya juga sudah viral di media sosial.

TR menikah dengan ayah kandung korban, Anwar Syatibi, setelah bercerai dari pernikahan sebelumnya. Dari pernikahan pertama yang disebut seorang anggota polisi, TR tidak memiliki anak kandung. Namun memiliki dua anak angkat yang diangkat oleh ayahnya.

Salah seorang anak angkat laki-lakinya, kini pelajar kelas III SMA. Dia inilah yang juga disebut-sebut beberapa kali terlibat cekcok hingga dugaan penganiayaan terhadap Nizam. Bahkan, setahun lalu, konflik di rumah tersebut sempat dilaporkan ke pihak kepolisian. Namun, perkara itu berakhir damai melalui mediasi.

Kematian Nizam kini menjadi perhatian luas. Selain dugaan tindak kekerasan dalam keluarga, latar belakang ibu tiri sebagai ASN Kemenag membuat kasus ini kian sensitif dan disorot publik. Sejauh ini, sejak kematian Nizam pada 19 Februari lalu, belum ada nama tersangka. Aparat penegak hukum menyatakan masih yerus melakukan pendalaman, namun kasus sudah naik ke penyidikan.

Pihak Kemenag RI belum memberikan pernyataan atas perkara ini. Yang jelas, sejak kasus ini mengemuka ke publik sepakan lalu, TR disebut tidak masuk ke tempat kerjanya.

Sementara itu, kasus kematian Nizam kian menyita perhatian nasional. Sejumlah lembaga negara ikut mendesak aparat kepolisian mengusut tuntas dugaan kekerasan yang menewaskan santri berusia 12 tahun tersebut.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Arifatul Choiri Fauzi, menegaskan pihaknya meminta kepolisian bergerak cepat dan transparan. Dia mendorong agar seluruh pihak yang diduga terlibat, diperiksa secara menyeluruh demi memastikan keadilan bagi anak korban .

Di sisi lain, Lisnawati-ibu kandung korban Nizam-juga mendatangi Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) untuk meminta pendampingan hukum. KPAI menyatakan akan mengawal proses penanganan kasus serta memastikan hak-hak anak terpenuhi selama penyelidikan berlangsung .

Tekanan serupa datang dari parlemen. DPR RI melalui Komisi III mengecam keras dugaan penganiayaan anak hingga menyebabkan korban meninggal tersebut. Ketua Komisi III, Habiburokhman, meminta Polres Sukabumi mengusut tuntas dan pihaknya berjanji akan mengawal kasus hingga ke meja hijau.

Dengan sorotan dari kementerian, lembaga perlindungan anak, hingga DPR, kasus kematian Nizam kini tak lagi sekadar perkara keluarga, melainkan menjadi perhatian nasional yang dituntut penyelesaiannya secara terbuka dan tegas. (*)

 

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Editor: Supardi Hardy


No More Posts Available.

No more pages to load.