KabarBaik.co, Mataram – Ulama asal Lombok yang juga mantan Gubernur NTB dua periode, Muhammad Zainul Majdi atau yang akrab disapa Tuan Guru Bajang (TGB), mengajak umat Islam untuk tidak mempermasalahkan perbedaan dalam memulai ibadah puasa.
Pernyataan tersebut disampaikan TGB melalui video pendek yang diunggah di akun Facebook resminya, Rabu (18/2). Dalam video itu, TGB menegaskan bahwa perbedaan metode penentuan awal puasa merupakan hal yang diakui dalam khazanah keilmuan Islam.
TGB menceritakan bahwa dirinya sempat menerima telepon dari seorang sahabat yang memulai puasa lebih awal.
“Semalam saya menerima sahur call dari sahabat yang memulai puasa hari ini dan saya jawab, semoga puasa Anda diterima oleh Allah SWT,” ujar TGB.
TGB menjelaskan sebagian umat Islam memulai puasa berdasarkan metode hisab (perhitungan astronomi), sementara sebagian lainnya, termasuk dirinya, memulai puasa pada Kamis, 19 Februari 2026, berdasarkan metode rukyat yang diumumkan pemerintah melalui Kementerian Agama.
Menurutnya, kedua metode tersebut memiliki dasar yang sah dalam Al-Qur’an dan Hadis serta diakui oleh para ulama.
“Metode keduanya valid dan landasannya pun berdasarkan Al-Qur’an dan hadis. Karena itu tidak perlu dibesar-besarkan, apalagi dipertentangkan,” tegas gubernur NTB periode 2008–2013 dan 2013–2018 itu.
TGB juga mengingatkan bahwa dalam ajaran Islam, esensi puasa yang diterima bukan ditentukan oleh perbedaan metode penetapan awalnya, melainkan pada terpenuhinya rukun dan syarat puasa itu sendiri.
“Puasa yang diterima adalah puasa yang jauh dari hal-hal yang membatalkan ibadah puasa itu sendiri,” tutupnya dalam unggahan tersebut. (*)






