The Best Libero Pulang Kandang, Yulis Indahyani Tebar Aroma Juara Gresik di Proliga 2026

oleh -318 Dilihat
YULIS INDAGYANI

Penting & Menarik:

  • Yulis Indahyani resmi “pulang kandang” ke Jatim di Proliga 2026. Bukan sekadar comeback, sang legenda libero Indonesia asal Banyuwangi itu datang membawa ketenangan dan aroma juara.
  • Di luar lapangan, Yulis adalah ibu satu anak yang tangguh. Mampu menyeimbangkan peran keluarga dan karier sebagai atlet elite, sekaligus menjadi inspirasi bagi generasi muda.

KabarBaik.co– Gemuruh GOR Tri Dharma pada 29 Januari – 1 Februari mendatang diprediksi akan makin riuh pada musim Proliga 2026. Bukan hanya sebatas menjadi tuan rumah. Namun, skuad tim putri asal Kota Pudak Gresik, Jawa Timur, itu kini terbilang The Dream Team. Salah satu yang menjadi sorotan volimania adalah kembalinya “si rusa” yang menjadi salah seorang legenda hidup di posisi belakang. Yakni, Yulis Indahyani.

​Setelah melanglang buana, Yulis resmi “pulang kandang” untuk memperkuat tim asal Jawa Timur, Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia. Kedatangannya bukan sekadar tambahan pemain, melainkan suntikan nyawa bagi pertahanan tim yang sudah lama haus akan gelar.

​Dalam dunia voli, libero sering kali berada di bawah bayang-bayang para spiker yang mencetak poin spektakuler. Namun, bagi penikmat voli sejati, peran Yulis adalah sebuah seni. Di lapangan, ia merupakan sutradara baris belakang.

​Yulis dikenal memiliki atribut yang memenuhi syarat sebagai The Best Libero. Sebut saja, refleks kilat (Great Digs). Kemampuannya membaca arah smash lawan seringkali membuat frustrasi penyerang musuh. Bola yang seharusnya menyentuh lantai secara ajaib “dihidupkan” kembali oleh tangan dinginnya.

Lalu, ​kestabilan receive: Di tangan Yulis, servis keras lawan yang melaju di atas 80 km/jam bisa berubah menjadi umpan manja yang mendarat tepat di atas kepala setter. Inilah awal mula serangan mematikan Gresik Phonska Plus dimulai.

Keputusan Gresik Phonska Plus untuk memulangkan Yulis adalah langkah strategis yang cerdas. Sebagai tim yang memiliki penyerang-penyerang tajam, mereka membutuhkan sosok yang bisa menjamin “aliran bola pertama”.

​”Yulis bukan hanya tentang statistik digs yang luar biasa, tapi tentang ketenangan,” ujar Faiz Abdalla, salah seorang pengamat voli. Kehadirannya di lapangan memberikan rasa aman bagi para pemain depan untuk fokus menyerang, karena mereka tahu ada “malaikat pelindung” di garis belakang yang siap meng-cover setiap blok yang jebol.

Di usia dan pengalamannya yang matang, Yulis kini juga berperan sebagai mentor. Di tengah lapangan, ia adalah pemain yang vokal—mengarahkan posisi blok teman-temannya dan membakar semangat tim saat mental sedang turun. Ia adalah perwujudan dari kriteria The Best Libero: Efisiensi, Antisipasi, dan Kepemimpinan.

Kembalinya Yulis Indahyani ke Jawa Timur bukan untuk sekadar reuni. Dengan jersey Gresik Phonska Plus yang kini melekat di badannya, targetnya jelas: membawa trofi Proliga kembali ke tanah Jawa Timur.

​Bagi tim lawan, bersiaplah bahwa tidak mudah menghadapi tembok tak kasat mata di lini belakang. Dan, bagi para penggemar, bersiaplah terus terpukau oleh aksi jatuh bangun sang maestro yang membuktikan bahwa kemenangan tidak hanya diraih lewat serangan, tapi juga lewat pertahanan yang tak tertembus.

Perjalanan Karier dan Prestasi

Nama Yulis Indahyani tidak hanya identik dengan pertahanan kokoh. Tetapi juga sebagai salah satu pemain paling sukses dalam sejarah Proliga. Saat ini, di usia yang menjelang 36 tahun, ia tetap menjadi pilar andalan Gresik Phonska Plus dan menjadi contoh nyata bahwa usia hanyalah angka bagi seorang atlet berdedikasi.

Di awal karier profesionalnya, Yulis membuktikan dirinya sebagai pemenang. Total lima gelar juara Proliga telah dikumpulkan bersama tiga klub berbeda. Juara bersama Jakarta Pertamina Energi pada 2014 dan kembali pada 2018. Raih gelar juara back-to-back bersama Bandung BJB Tandamatai tahun 2022 dan 2023. Lalu, gelar juara terbarunya dipersembahkan untuk Jakarta BIN pada Proliga 2024.

Prestasi klubnya didukung oleh sederet penghargaan Best Libero Proliga, yang diraih di musim 2013, 2014, 2018, 2019, 2022, dan 2023.

Perjalanan panjang Yulis di Proliga dimulai pada 2005 dengan membela Petrokimia Gresik (sekarang Gresik Phonska Plus). Sejak itu, dia kemudian melanglang buana ke berbagai tim elite seperti Jakarta Pertamina Energi, Bandung BJB Tandamata, Surabaya Bank Jatim, dan Jakarta BIN untuk mengasah kemampuannya.

Meski telat menjadi langganan timnas di usia 29 tahun, kontribusinya untuk Timnas Voli Putri Indonesia sangat signifikan. Ia menjadi andalan di SEA Games 2019, 2021, dan 2023, serta membantu tim meraih medali perunggu pada SEA Games 2019 (Filipina) dan 2023 (Kamboja).

Puncak pengakuan internasionalnya datang saat dinobatkan sebagai Best Libero pada AVC Challenge Cup 2023, membuktikan kualitasnya di tingkat Asia.

Di luar lapangan, Yulis adalah seorang ibu tangguh dengan satu anak. Kemampuannya membagi peran antara tanggung jawab keluarga dan tuntutan profesional sebagai atlet elite menjadikannya sosok inspiratif bagi generasi muda. Ia menunjukkan bahwa menjadi seorang ibu bukanlah penghalang untuk terus jatuh bangun menyelamatkan bola di lapangan voli.

​Kini, dengan balutan jersey Gresik Phonska Plus, Yulis Indahyani tentu terus berupaya memberikan sisa-sisa energi terbaiknya. Semoga. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Editor: Supardi Hardy


No More Posts Available.

No more pages to load.