Tidak Memiliki Izin, Bangunan Makam di Pasuruan Dibongkar Paksa Ratusan Warga

oleh -150 Dilihat
IMG 20251002 WA0006 1

KabarBaik.co – Sejumlah warga membongkar sebuah bangunan makam yang berada di belakang Masjid Jami’ Baitul Atiq, Dusun Serambi, Desa Winongan Kidul, Kecamatan Winongan, Kabupaten Pasuruan. Aksi tersebut dilakukan karena bangunan makam dinilai tidak menghargai keberadaan makam para kyai dan auliya yang sudah lama berada di lokasi tersebut.

Saat ini terlihat bangunan yang sebelumnya mega kini tinggal beton dinding yang masih berdiri dan rangka atap. Diketahui aksi pembongkaran dilakukan ratusan warga dengan disaksikan warga dan tokoh masyarakat sekitar lokasi.

Tokoh masyarakat, Saifulloh Huda atau yang akrab disapa Gus Huda mengatakan bahwa pihaknya sebenarnya tidak berniat melakukan pembongkaran. Pihak keluarga maupun para kyai lebih menginginkan jalan mediasi agar persoalan dapat diselesaikan secara baik. Namun, desakan masyarakat yang sudah merasa resah membuat pembongkaran akhirnya dilakukan.

“Sebenernya kami tidak ingin membongkar bangunan makam itu. Kami ingin ada mediasi, meskipun secara hukum adat dan syar’i pembangunan makam tersebut memang salah. Tetapi karena masyarakat memaksa, akhirnya ya dibongkar ini,” ujar Gus Huda.

Menurutnya, keberadaan bangunan makam itu dianggap merendahkan kehormatan para ulama. Posisi bangunan menghimpit makam para auliya hingga akses jalan setapak menuju makam menjadi terganggu.

“Yang membuat tidak terima itu adalah kehormatan para auliya, para kyai yang notabene guru-guru para kyai di Pasuruan tidak dihargai. Makamnya dihimpit bangunan itu, jalan setapak pun tidak ada. Ini yang sangat memprihatinkan. Jadi semua santri, termasuk saya, tidak terima,” tegasnya.

Gus Huda menjelaskan, pihaknya sudah mengirim surat permohonan audiensi agar pembongkaran dilakukan secara baik-baik oleh keluarga yang membangun. Namun, emosi masyarakat yang sudah memuncak membuat upaya tersebut tidak berjalan sesuai rencana.

“Kalau saya menginginkan dibongkar dengan baik-baik, mungkin aparat atau pihak keluarga yang membangun makam itu. Surat kami juga demikian, permohonan untuk audiensi. Namun masyarakat merasa jengkel, sakit hati, merasa guru-gurunya dilecehkan,” pungkasnya. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Ziaul Haq
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.