Tiga Titik Longsor Terjadi di Kota Batu dalam Dua Hari, BPBD Minta Warga Waspada

oleh -608 Dilihat
IMG 20251103 WA0011
Longsor terjadi di Dusun Kekep, Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu. (Foto: P. Priyono)

KabarBaik.co – Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kota Batu dalam beberapa pekan terakhir memicu bencana tanah longsor di sejumlah titik. Dalam dua hari terakhir, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu mencatat sedikitnya tiga lokasi terdampak longsor.

Salah satu peristiwa longsor terjadi di Dusun Kekep, Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, pada Minggu (2/11) malam. Longsor di lokasi tersebut memiliki dimensi cukup besar, dengan panjang sekitar 8 meter, tinggi 12 meter, dan lebar timbunan mencapai 3 meter.

Material longsor berupa rumpun bambu menutup akses jalan utama, sehingga jalur sementara hanya bisa dilewati kendaraan roda dua. Selain itu, saluran drainase di sekitar lokasi juga tertimbun material dan membuat aliran air tersumbat.

“Kemudian longsor juga terjadi di Dusun Ngukir, RT 05 RW 07, Desa Torongrejo, Kecamatan Junrejo pada Jumat (31/10),” ujar Plt Kepala Pelaksana BPBD Kota Batu, Suwoko, Senin (3/11).

Suwoko menjelaskan, hujan deras yang mengguyur kawasan tersebut membuat tanah di sekitar plengsengan teknis menjadi jenuh air hingga akhirnya ambrol. Sebagian plengsengan sepanjang 15 meter dengan lebar 2 meter dan tinggi 4 meter itu longsor dan mengancam area sekitarnya.

“Akibat kejadian tersebut, sebagian material longsor menutup badan jalan dan membuat akses warga terganggu. Tim BPBD bersama perangkat desa langsung turun ke lokasi melakukan kaji cepat serta kerja bakti pembersihan material longsor,” ungkap Suwoko.

Menurut Suwoko, kondisi tanah yang jenuh air juga menyebabkan plengsengan lain dengan panjang sekitar 20 meter, lebar 2 meter, dan tinggi 3 meter longsor ke arah sungai. “Material longsor menutup sebagian aliran sungai. Kalau tidak segera diperbaiki, ada potensi longsor susulan yang bisa menutup aliran air sepenuhnya dan mengganggu jalan raya,” imbuhnya.

Tak hanya di dua lokasi tersebut, peristiwa serupa juga terjadi di Dusun Tinjumoyo, Desa Sidomulyo, pada Kamis (30/10). Plengsengan teknis sepanjang 19 meter dengan tinggi sekitar 5 meter di jalan alternatif dusun itu ambruk setelah diguyur hujan deras.

“Kondisi tanah yang jenuh membuat dinding penahan jalan tak kuat menahan tekanan. Akibatnya, sebagian jalan ambles dan tidak bisa dilewati kendaraan,” tambah Suwoko.

BPBD Kota Batu kini terus melakukan pemantauan di sejumlah titik rawan longsor, terutama di wilayah perbukitan dan sempadan sungai. “Mengingat curah hujan tinggi masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan, kami mengimbau warga untuk tetap waspada. Segera laporkan jika melihat tanda-tanda tanah retak atau pergerakan tanah di sekitar rumah,” tegas Suwoko. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: P. Priyono
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.