KabarBaik.co – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memperkuat komitmen Pemkot dalam meningkatkan kualitas SDM melalui kolaborasi strategis bersama perguruan tinggi swasta. Hal ini ditegaskan dalam audiensi bersama Asosiasi Badan Penyelenggara Perguruan Tinggi Swasta (ABP-PTSI) Jawa Timur di Rumah Dinas Wali Kota.
Dalam pertemuan tersebut, Eri didampingi oleh Plt Kepala Disbudporapar Kota Surabaya Herry Purwadi dan Kabid Kepemudaan Erringgo Perkasa. Sementara dari pihak ABP-PTSI Jatim hadir sang ketua, Dr. Budi Endarto, SH., M.HUM, beserta jajaran perwakilan perguruan tinggi swasta (PTS).
Sinergi untuk Kesejahteraan dan IPM
Eri menekankan bahwa kemajuan sebuah kota tidak hanya bertumpu pada Perguruan Tinggi Negeri (PTN), melainkan juga kontribusi besar dari PTS. Menurutnya, keterlibatan kampus swasta sangat krusial dalam mendongkrak Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan pengentasan kemiskinan di Surabaya.
“Pergerakan kota itu tidak hanya tergantung dari PTN saja, tapi PTS itu juga menunjang betul bagaimana pendidikan sebuah kota dan bagaimana kota itu bisa mencapai kesejahteraan. Kalau semua kampus turun di masing-masing RW dan bersinergi, insyaallah selesai masalah-masalah di Surabaya,” ujar Eri.
Eri juga menegaskan bahwa pencapaian kota dalam menurunkan angka stunting dan rasio gini adalah hasil kerja gotong royong seluruh stakeholder, bukan sekadar kerja keras individu wali kota.
Program Satu Keluarga Miskin Satu Sarjana
Salah satu poin utama dalam audiensi ini adalah rencana sinkronisasi data mahasiswa PTS yang masuk dalam kategori keluarga miskin. Pemkot Surabaya berencana memberikan bantuan pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) bagi mahasiswa yang terdaftar dalam Desil 1-5.
“Bantuan ini tidak hanya untuk mahasiswa baru, tapi yang sudah kuliah dan selama ini kesulitan membayar UKT. Kita akan tutup (biayai) UKT-nya. Ini akan menggerakkan program ‘Satu Keluarga Miskin Satu Sarjana’ di Surabaya,” tegas Eri.
Selain bantuan finansial, kolaborasi ini juga mencakup program Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik yang menyasar langsung lingkungan RW, serta memastikan keberlanjutan mahasiswa setelah lulus agar siap terserap di dunia kerja.
Apresiasi dari ABP-PTSI Jawa Timur
Ketua ABP-PTSI Jawa Timur Budi Endarto menyambut baik langkah berani Pemkot Surabaya. Ia menilai pemetaan keluarga miskin hingga Desil 1-5 merupakan terobosan yang revolusioner agar bantuan pendidikan lebih tepat sasaran.
“Ini mungkin akan menjadi suatu gerakan yang revolusioner. Selama ini banyak mahasiswa kategori miskin yang melimpah di PTS namun belum tersentuh secara maksimal. Kami dari PTS siap berkontribusi dan mengawal target peningkatan kualitas pendidikan ini,” pungkas Budi.
Melalui sinergi ini, Pemkot Surabaya dan ABP-PTSI Jatim berharap dapat menciptakan ekosistem pendidikan yang inklusif, di mana setiap anak dari keluarga prasejahtera memiliki kesempatan yang sama untuk meraih gelar sarjana dan memperbaiki taraf hidup keluarga mereka. (*)







