KabarBaik.co – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mojokerto menggencarkan sosialisasi Pilkada 2024 kepada pemilih pemula di SMA/sederajat. Kali ini giliran di SMK PGRI Sooko jalan Wijaya Kusuma, Desa Banjaragung, Kecamatan Puri, Rabu (31/7).
Kegiatan sosialisasi ini dihadiri oleh ratusan siswa SMK PGRI Sooko. Antusiasme semangat mendengarkan pemaparan dari Komisioner Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan Sumberdaya Manusia (Sosdiklih, Parmas, dan SDM) KPU Kabupaten Mojokerto, Muslim Bukhori.
Muslim Bukhori berharap sosialisasi ini dapat meningkatkan kesadaran pemilih pemula untuk menggunakan hak pilihnya pada Pilkada 2024, 27 November mendatang.
“Pemilih pemula itu artinya pada tanggal 27 November itu genap berusia 17 tahun dan pertamakali melakukan proses pemilihan,” ungkap Muslim.
Muslim menargetkan partisipasi pemilih mencapai 90 persen pada Pilkada 2024. Peran pemilih pemula, khususnya generasi Z, dinilai sangat penting dalam mencapai target tersebut.
“Kontribusi pemilih pemula yang masih duduk di bangku SMA/SMK sebagai generasi muda sangat berkontribusi pada proses Pilkada 2024,” ujarnya.
Sosialisasi KPU Goes to School akan menyasar beberapa sekolah SMA/SMK/MAN di Kabupaten Mojokerto. Muslim berharap generasi muda dapat menggunakan hak pilihnya dengan bijak dan memilih pemimpin yang berhati mulia dan bekerja untuk kesejahteraan rakyat.
“Sebagai generasi penerus bangsa karena berhubungan demokrasi, KPU berharap jangan sampai golput, karena satu suara kalian akan menentukan arah kebijakan Kabupaten Mojokerto dan Provinsi Jatim 5 tahun kedepan,” jelasnya.
Menurut Muslim, pemilih pemula berpotensi membawa perubahan positif. Oleh karena itu, ia ingin memastikan pemih pemula ini memahami proses pemilihan dan pentingnya menggunakan hak pilih dengan bijak.
Selain pemaparan materi, acara ini juga diisi dengan sesi tanya jawab interaktif yang memungkinkan para siswa untuk mengajukan pertanyaan seputar Pilkada. KPU Kabupaten Mojokerto juga memberikan edukasi mengenai bahaya money politic dan pentingnya menjaga integritas dalam proses pilkada 2024.
“Total pemilih dalam DPT Pemilu 2024 kemarin sebanyak 845,926 pemilih. Dari angka itu, 60 persen diantaranya merupakan pemilih pemula, itulah mengapa sosialisasi ini sangat penting,” ungkapnya.
“Kami optimis dengan pendekatan yang lebih dekat dan interaktif seperti ini, pemilih pemula akan lebih termotivasi untuk berpartisipasi dalam Pilkada 2024,” tutup sosok aktivis PMII IAIN Sunan Ampel ini. (*)