KabarBaik.co, Jember – Bupati Jember, Muhammad Fawait (Gus Fawait), meninjau langsung proyek pembangunan kawasan street food di ruas Jalan Kartini hingga Jalan Gatot Subroto pada Jumat (22/5).
Dalam peninjauan tersebut, Gus Fawait menegaskan bahwa pengerjaan proyek pusat kuliner ini masih jauh dari kata rampung. Progres pembangunan saat ini diperkirakan baru menyentuh angka 25 hingga 30 persen.
“Kalau dibilang selesai, ya masih jauh. Pembangunannya baru sekitar 25 sampai 30 persen,” ujar Gus Fawait.
Menurutnya, sejumlah elemen utama estetika kawasan masih belum terpasang di lokasi. Mulai dari lampu hias, desain gerobak tematik, hingga ornamen pendukung atmosfer kawasan.
“Lampu-lampunya belum semua terpasang, gerobaknya juga belum datang. Nanti konsepnya akan memadukan nuansa Nusantara dan dunia,” lanjutnya.
Nantinya, area street food ini akan dihiasi lampu dekoratif melengkung berwarna merah dan kuning. Saat ini, penataan paving block di sepanjang jalur pedestrian juga sudah mulai terlihat.
Salah satu titik yang menjadi perhatian khusus dalam proyek ini adalah area di depan Gereja Katolik Paroki Santo Yusuf Jember. Pemkab Jember memastikan kawasan tersebut akan tetap steril dari lapak Pedagang Kaki Lima (PKL) demi menjaga kenyamanan beribadah.
“Di depan gereja tidak ada PKL. Kami buat tempat duduk santai supaya areanya tetap nyaman, rapi, dan estetik,” tegas Gus Fawait.
Ia menambahkan, kawasan sekitar gereja sengaja mengusung konsep Eropa klasik untuk menyelaraskan dengan karakter arsitektur bangunan ibadah historis tersebut.
“Nanti dari pertigaan sampai ke sana nuansanya Eropa Klasik. Desain gerobak para pedagang di sekitar sana juga akan menyesuaikan tema,” jelasnya.
Di sisi lain, Pemkab Jember juga membuka ruang bagi masyarakat luas untuk mengusulkan nama bagi kawasan street food baru ini. Ide-ide kreatif dari warga akan ditampung dan dipertimbangkan sebelum peresmian resmi dilakukan.
“Silakan masyarakat beri usulan nama yang menarik. Tapi yang penting, jangan marah kalau usulannya nanti tidak terpilih,” katanya.
Sebagai informasi, kawasan kuliner ini diproyeksikan menjadi pusat aktivitas UMKM sekaligus destinasi wisata malam baru di Jember. Proyek ini diharapkan mampu menghadirkan wajah kota yang modern, tertata, dan ramah pengunjung. (*)








