Tirta Kanjuruhan Kabupaten Malang Siapkan Air Bersih dari Perbukitan Pagak hingga Pesisir Sipelot

oleh -294 Dilihat
IMG 20260429 WA0040
Pemasangan pipa air bersih Perumda Tirta Kanjuruhan di kawasan SMA Taruna Nusantara, Kecamatan Pagak. (Foto: P. Priyono) 

KabarBaik.co, Malang – Perumda Tirta Kanjuruhan (PDAM) Kabupaten Malang terus dihadapkan pada tantangan besar dalam penyediaan air bersih, terutama di wilayah dengan kondisi geografis yang ekstrem.

Setelah sukses membangun jaringan air bersih di kawasan SMA Taruna Nusantara, Kecamatan Pagak, dengan nilai proyek mencapai Rp 60 miliar, kini perusahaan daerah tersebut kembali mengemban tugas baru di wilayah pesisir selatan.

Direktur Utama Perumda Tirta Kanjuruhan, Syamsul Hadi, mengungkapkan bahwa proyek di Pagak memiliki tingkat kesulitan tinggi karena medan perbukitan yang berkelok serta rawan longsor.

Bahkan, untuk memastikan keamanan jalur pipa, pihaknya harus melakukan survei langsung hingga ke kawasan Gunung Geger. Solusi akhirnya ditemukan dengan memanfaatkan sumber air dari Diyeng 2 di Kecamatan Gondanglegi, yang berjarak sekitar 13 kilometer dari lokasi.

Jaringan tersebut berhasil menyuplai kebutuhan air bersih untuk kawasan pendidikan yang berdiri di atas lahan seluas 30 hektare. Bupati Malang, H.M. Sanusi, mengapresiasi keberhasilan tersebut. “Medannya tidak mudah, namun bisa diselesaikan dengan baik oleh Tirta Kanjuruhan,” ujarnya, Rabu (29/4).

Keberhasilan itu tak membuat Perumda Tirta Kanjuruhan berpuas diri. Pemerintah Kabupaten Malang kembali memberikan penugasan baru untuk memenuhi kebutuhan air bersih di Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP), Pantai Sipelot, Desa Pujiharjo, Kecamatan Tirtoyudo.

Proyek yang didukung Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp 22 miliar ini diproyeksikan menjadi ikon sekaligus destinasi wisata baru di Kabupaten Malang. “Pak bupati meminta agar tidak ada kelangkaan air bersih di kawasan tersebut karena akan menjadi destinasi wisata,” kata Syamsul.

Dalam proses pencarian sumber air, Syamsul bersama tim harus menyusuri hutan dengan medan terjal, naik turun perbukitan, serta melintasi kawasan perkebunan Kalibakar seluas sekitar 2.000 hektare.

Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil dengan ditemukannya sumber mata air Durenan di tengah hutan, sekitar 5 kilometer dari lokasi KNMP.
Pembangunan jaringan pipa yang harus menembus bukit, hutan, hingga area perkebunan itu menelan anggaran sekitar Rp 11 miliar.

Dengan debit air mencapai 30 liter per detik, sistem ini diproyeksikan mampu melayani hingga 3.000 sambungan rumah. Sebanyak 500 sambungan akan dialokasikan untuk kawasan Kampung Nelayan Merah Putih, sementara sisanya untuk warga Desa Pujiharjo.

Ke depan, keberadaan sistem penyediaan air bersih ini diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan masyarakat, tetapi juga mendukung pengembangan sektor pariwisata di wilayah selatan Kabupaten Malang. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: P. Priyono
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.