KabarBaik.co, Mojokerto – Tak semua tokek identik dengan warna abu-abu berbintik biru dan merah. Seekor tokek milik Habib, 32, warga Jetis, justru tampil berbeda dengan warna biru muda akibat kelainan genetik langka yang membuatnya jadi buruan pecinta reptil.
Hobi memelihara reptil sudah ditekuninya sejak 2016. Awalnya Habib lebih menyukai ular sanca kembang hasil berburu liar di kawasan alas. Namun saat itu dirinya belum bergabung komunitas karena koleksinya dianggap biasa saja.
“Dulu awal pelihara reptil saya suka ular sanca kembang hasil mbolang di alas. Waktu itu belum ikut komunitas karena peliharaan saya kurang menarik,” ujar Habib, Minggu (10/5).
Ketertarikannya kemudian berubah pada 2019. Sejak saat itu Habib mulai berburu tokek dari rumah ke rumah demi mencari yang unik untuk dipelihara.
“2019 saya mulai tertarik pada tokek. Saya cari dari rumah ke rumah, kalau ada yang menarik saya pelihara,” katanya.
Perburuan panjang itu akhirnya membuahkan hasil pada 2024. Habib menemukan seekor tokek berwarna biru muda yang memiliki kelainan genetik langka. Tokek yang kini diberi nama Blue itu ia dapatkan dari media sosial melalui grup jual beli reptil milik seseorang asal Purbalingga dengan harga Rp 300 ribu.

Sejak dipelihara, Blue langsung menarik perhatian para penghobi reptil. Banyak kolektor menanyakan apakah tokek unik tersebut dijual atau tidak karena tampilannya berbeda dari tokek pada umumnya.
Habib mengaku saat pertama kali didapatkan, Blue merupakan tokek liar yang agresif dan sering menggigit. Namun setelah dirawat dengan telaten, perilakunya berubah menjadi jinak bahkan tenang saat dielus.
“Awalnya liar dan sering menggigit. Setelah dirawat lama jadi tenang, tidak lari seperti tokek liar, malah seperti hasil ternakan,” ungkapnya.
Meski banyak peminat, untuk saat ini Habib belum berniat menjual Blue. Namun jika suatu saat dirinya mendapatkan koleksi yang lebih menarik, tokek tersebut kemungkinan akan dilepas dengan harga sekitar Rp 4 juta atau ditangkarkan sendiri.
Keunikan Blue juga membuat banyak orang awam salah mengira sebagai gecko. Padahal menurut Habib, perbedaan paling mudah terlihat dari telapak kaki. Tokek memiliki daya lekat kuat sehingga bisa menempel saat dipegang, sedangkan gecko tidak seperti itu. (*)






