Top! Pemkab Lamongan Lampaui Target Nasional dalam Pelaksanaan Sub Pin Polio

Editor: Andika DP
oleh -77 Dilihat
Pelaksanaan Sub Pin Polio di Kabupaten Lamongan. (Foto: Andika DP)

KabarBaik.co – Capaian progresif di bidang kesehatan berhasil ditunjukkan jajaran Pemkab Lamongan. Per 15 Maret 2024, pelaksanaan Sub Pekan Imunisasi Nasional (Sub – PIN) Polio novel Oral Polio Vaccine Tipe 2 (nOPV2) di Lamongan berhasil melampaui target nasional.

Antisipasi penyebaran virus menular Polio, yang dilaksanakan sejak 15 Januari 2024 (putaran 1) hingga 29 Februari 2024 (putaran 2). Pada putaran pertama berhasil menyasar 135.904 cakupan atau 99,85 persen dan pada putaran kedua 134.700 cakupan atau 99,30 persen.

Angka tersebut menandakan keberhasilan pelaksanaan sub pin polio, karena target dari Pemerintah pusat ialah 95 persen lebih di setiap putaran, serta merata di seluruh wilayah sampai wilayah terkecil dusun hingga desa.

Baca juga:  Pemkab Lamongan Gelar Kejuaraan Tenis KORPRI Cup 2023, Pesertanya ASN Berbagai Daerah

“Target Pemerintah Kabupaten Lamongan untuk seluruh anak di Lamongan usia 0-8 tahun kurang satu hari menerima vaksin polio melalui Sub Pin Polio berhasil melampaui target dari Pemerintah Pusat,” tutur Kepala Dinas Kesehatan Pemkab Lamongan Moh. Chaidir Annas, Senin (18/3).

Menurut Annas pemberian Sub Pin Polio akan terus digencarkan karena bahayanya penyakit Polio. Terlebih Polio merupakan penyakit menular yang tidak bisa diobati.

Baca juga:  314 Personel Gabungan Siap Jaga Kondusifitas Nataru di Lamongan

“Kita berharap seluruh anak di Kabupaten Lamongan mendapatkan Sub Pin Polio agar terhindar dari penyakit Polio yang sangat berbahaya. Dan tentu penyakit tersebut akan mempengaruhi sumber daya manusia berkualitas untuk Lamongan kedepan,” kata Annas.

Meskipun sudah melampaui target nasional, pelaksanaan Sub Pin Polio maish menemukan kendala yang menghambat penuntasan pemberian Sub Pin Polio. Kendala yang ditemui berasal dari orang tua anak hingga kondisi fisik sang anak.

“Kendalanya banyak ada penolakan dari orang tua yang tidak mengijinkan anaknya diimunisasi dengan alasan tidak diperbolehkan oleh suaminya,
pasca pemberian tetes polio diputaran 1 sasaran mengalami sakit, sehingga pada putaran 2 tidak diijinkan oleh orang tua atau wali murid diimunisasi lagi, saat pelaksanaan putaran 2 beberapa sasaran yang kondisinya masih sakit sehingga pemberiannya tertunda,” terang Annas.

Baca juga:  Siapkan Generasi Emas Lamongan, Pak Yes Teken MoU dengan IDI

Menghadapi hal tersebut Dinkes Lamongan berkolaborasi bersama lintas sektor, tokoh agama, tokoh masyarakat, untuk mensosialisasikan pentingnya pelaksanaan Sub Pin Polio untuk anak hingga bahaya penyakit Polio kepada masyarakat.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News


No More Posts Available.

No more pages to load.