TPS dan SPTP Lanjutkan Program PELITA untuk Atasi Stunting

oleh -37 Dilihat
IMG 20250717 WA0003
Program PELITA bertujuan untuk memastikan anak-anak yang terindikasi stunting mendapatkan perhatian dari sisi gizi dan psikologis.

KabarBaik.co – Setelah menyelesaikan program pengentasan stunting selama 12 bulan di Kecamatan Krembangan, Surabaya, PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) bersama Subholding Pelindo Terminal Petikemas (SPTP) kembali melanjutkan komitmennya dalam mendukung percepatan penurunan angka stunting melalui Program PELITA (Pelindo Tanpa Balita Stunting).

Memasuki fase baru, sejak September 2024 hingga Agustus 2025, Program PELITA difokuskan di Kecamatan Semampir, Surabaya. Program ini tidak hanya menitikberatkan pada pemenuhan kebutuhan gizi anak, tetapi juga menyasar pola asuh dan pemantauan tumbuh kembang secara menyeluruh.

“Program PELITA bertujuan untuk memastikan anak-anak yang terindikasi stunting mendapatkan perhatian dari sisi gizi dan psikologis. Kami ingin turut berkontribusi dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia secara menyeluruh dan berkelanjutan,” ujar Sekretaris Perusahaan TPS, Erika A. Palupi di Surabaya, Kamis (17/7).

Program ini berjalan dengan tiga pilar utama: perbaikan gizi, penguatan pola asuh, dan pemantauan pertumbuhan anak. Hingga Juli 2025, sebanyak 14 balita di Kecamatan Semampir telah mengikuti program ini. Dari jumlah tersebut, enam balita berhasil keluar dari status stunting berkat intervensi intensif yang dilakukan secara berkelanjutan.

Balita yang dinyatakan “lulus” dari status stunting akan digantikan oleh peserta baru dari wilayah yang sama, selama program masih berlangsung. Setiap peserta baru akan mendapatkan layanan dan perhatian yang sama sebagaimana peserta sebelumnya.

Dalam pelaksanaannya, TPS dan SPTP menggandeng RS PHC Surabaya dan Pemerintah Kecamatan Semampir. Setiap peserta mendapatkan pemeriksaan kesehatan rutin tiap bulan, serta tambahan asupan nutrisi berupa susu untuk mendukung pemenuhan kebutuhan gizi harian mereka.

“Pemberian susu secara rutin dan pemeriksaan kesehatan bulanan adalah langkah penting untuk mengatasi kekurangan gizi pada anak. Keberhasilan program ini tak lepas dari kerja sama semua pihak, termasuk puskesmas, rumah sakit, kecamatan, dan tentunya orang tua balita,” lanjut Erika.

Tak hanya dari sisi medis dan nutrisi, Program PELITA juga menaruh perhatian besar pada aspek psikososial. Orang tua peserta mendapat edukasi seputar pengasuhan anak melalui sesi penyuluhan yang dipandu oleh psikolog Meutia Ananda.

“Pola asuh yang penuh kasih sayang, interaksi positif, serta stimulasi sejak dini sangat berpengaruh pada perkembangan anak. Harapannya, para orang tua di Semampir bisa memahami pentingnya pola asuh yang mendukung tumbuh kembang anak secara optimal,” jelas Meutia.

Erika menambahkan, pendekatan terintegrasi yang menggabungkan aspek medis, gizi, dan psikososial menjadi kunci keberhasilan penanganan stunting di lingkungan masyarakat.

“Kami percaya, sinergi dari berbagai pihak akan memberi dampak nyata. Dengan pendekatan yang menyeluruh, kami optimistis generasi masa depan Indonesia akan tumbuh lebih sehat, kuat, dan berdaya saing,” tutupnya.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Dani
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.