KabarBaik.co, Surabaya – PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) kembali menegaskan komitmennya dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM) melalui penyelenggaraan pelatihan bertajuk Finance for Non Finance. Program peningkatan kompetensi ini ditujukan bagi para pekerja dari berbagai unit kerja guna memperkuat pemahaman dasar keuangan perusahaan.
Pelatihan dilaksanaka di Ruang Kutai Martadipura, ASEEC Tower, Universitas Airlangga, Surabaya. Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama TPS dengan Airlangga Institute for Learning and Growth (AILG) Universitas Airlangga.
Sebanyak 21 peserta yang berasal dari beragam fungsi kerja, seperti tata kelola perusahaan, sumber daya manusia, perencanaan instalasi, operasional, hingga layanan pendukung, turut ambil bagian dalam program ini. Pelatihan dirancang khusus untuk memberikan wawasan keuangan bagi pekerja yang tidak memiliki latar belakang pendidikan finansial.
Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan materi fundamental seputar laporan keuangan, analisis biaya, penyusunan anggaran, hingga teknik pengambilan keputusan berbasis data finansial. Bekal pengetahuan ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas perencanaan kerja, memperkuat kolaborasi lintas unit, serta mendukung pengambilan keputusan yang lebih akurat dan efektif.
Senior Vice President Keuangan dan Manajemen Risiko TPS, Jeanny Harjono, menegaskan bahwa penguatan kompetensi SDM merupakan investasi strategis bagi perusahaan.
“Dalam operasional terminal, setiap keputusan yang diambil oleh berbagai fungsi kerja pasti memiliki dampak finansial. Oleh karena itu, pemahaman dasar mengenai keuangan menjadi bekal penting bagi seluruh insan TPS. Melalui pelatihan ini, kami ingin memastikan setiap pekerja dapat berkontribusi lebih optimal dan strategis dalam mendukung kinerja perusahaan,” ujar Jeanny, Sabtu (7/2).
Ia menambahkan, TPS berkomitmen untuk terus melaksanakan program pengembangan kompetensi secara berkelanjutan. Upaya tersebut dilakukan baik melalui pelatihan internal maupun kerja sama dengan berbagai institusi pendidikan dan profesional.
Langkah ini, menurutnya, sejalan dengan visi perusahaan dalam mendorong terciptanya SDM yang profesional, tata kelola perusahaan yang sehat, serta peningkatan daya saing TPS di tengah dinamika industri kepelabuhanan yang semakin kompetitif.
Dengan program pelatihan yang terstruktur dan berkesinambungan, TPS optimistis mampu membangun budaya kerja berbasis kompetensi, sehingga dapat terus memberikan layanan terbaik kepada para pengguna jasa pelabuhan.






