KabarBaik.co, Gresik – Tragedi berdarah saat patrol sahur menggegerkan warga Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik, Jumat (27/2) dini hari. Dua orang dilaporkan terkena bacok saat tawuran antar desa.
Kabar yang dihimpun, bentrok tersebut terjadi sekitar pukul 00.30 WIB di Desa Campurejo, tepatnya di depan sebuah tempat billiard dan kafe. Melibatkan kelompok pemuda dari Desa Campurejo dan Desa Banyutengah.
Mulanya, rombongan pemuda Campurejo melakukan kegiatan patrol sahur. Lalu berpapasan dengan pemuda dari Desa Banyutengah.
Saat bertemu, kedua kelompok saling lempar bom air. Situasi semakin memanas setelah terjadi adu mulut di antara kedua kelompok.
Akhirnya, pemuda Desa Campurejo mundur dan meninggalkan lokasi. Namun, tak terima kalah cekcok mulut, kelompok pemuda Desa Banyutengah mendatangi rombongan Desa Campurejo.
Singkat cerita terjadilah tawuran. Salah satu pemuda kedapatan mengeluarkan senjata tajam dan membacok dua pemuda Desa Campurejo.
Akibat kejadian itu, dua pemuda Desa Campurejo bernama Moh. Ruhul Madani, 25, dan Wahyu Agung Pratama, 24, mengalami luka bacok.
Wahyu Agung Pratama dilarikan ke RS Ibnu Sina lantaran mengalami luka cukup parah di bagian perut. Sementara Moh. Ruhul Madani menjalani perawatan di Puskesmas Panceng.
Saat dikonfirmasi, Kasat Reskrim Polres Gresik AKP Arya Widjaya membenarkan adanya kejadian tersebut. Pihak kepolisian telah menerima laporan dan saat ini masih melakukan penyelidikan.
“Korban sudah membuat laporan. Saat ini kami masih melakukan pemeriksaan dan penyelidikan. Beri waktu kita 3 hari,” tegasnya.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat, khususnya para pemuda, agar tidak melakukan aksi yang dapat memicu konflik. Terlebih di bulan Ramadan yang seharusnya diisi dengan kegiatan positif dan menjaga kondusivitas kamtibmas.(*)








