Tragedi Kapal HAMDAM 1 di Gresik, 2 ABK Tewas Diduga Hirup Gas Beracun

oleh -1103 Dilihat
Proses evakuasi dua ABK HAMDAM 1 yang meninggal dunia diduga hirup gas beracun. (Foto: Ist)
Proses evakuasi dua ABK HAMDAM 1 yang meninggal dunia diduga hirup gas beracun. (Foto: Ist)

KabarBaik.co, Gresik – Dua orang anak buah kapal (ABK) MT HAMDAM 1 ditemukan meninggal dunia di dalam palka atau tangki kapal saat berlabuh di sekitar JIIPE, Kabupaten Gresik, Jumat (7/8) malam. Kedua korban diduga tewas setelah menghirup gas beracun.

Peristiwa kecelakaan kerja tersebut dibenarkan Kepala Pelaksana BPBD Gresik Sukardi. Dalam keterangannya, Sukardi menyebut korban bernama Iwan, 43, asal Cigandamekar, Kuningan, Provinsi Jabar. Dan Raevan Sacho Septriansyah, 20, warga Cakung, Jakarta Timur.

Pihaknya turun langsung melakukan evakuasi bersama Satpolairud Polres Gresik setelah menerima informasi sekitar pukul 19.10 WIB. Kedua jenazah langsung dievakuasi ke RSUD Ibnu Sina.

“Kami menerima laporan ABK meninggal di atas kapal sebanyak dua krang diduga karena menghirup gas beracun saat melakukan pengecekan di dalam palka atau tangki kapal HAMDAM 1 yang sedang berlabuh di sekitar pelabuhan JIIPE,” ungkap Sukardi, Sabtu (8/8).

Proses evakuasi mengalami sejumlah kendala. Salah satunya BPBD Gresik belum memiliki alat SCBA dan Vertical Rescue, sehingga berkoordinSi dengan Basarnas untuk support peralatan.

“Selain itu, pintu akses palsa yang sempi juga menyebabkan ptoses evakuasi terkendala. Karena hanya memungkinkan satu orang rescuer untuk masuk dan mengevakuasi dua korban,” tutupnya.

Untuk diketahui, MT HAMDAM 1 adalah kapal tanker produk minyak berbendera  Indonesia. Kapal ini memiliki panjang sekitar 103 meter dan lebar 18 meter dengan bobot mati 4.500 ton.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.