KabarBaik.co, Batang – Tiga pelajar meninggal tersambar Kereta Api Argo Merbabu di sekitar jalur kereta GOR Sarengat Batang, Jawa Tengah. Saat itu ketiga korban sedang berswafoto.
Manajer Humas PT KAI Daop 4 Semarang Luqman Arif mengatakan usai tiga pelajar tertabrak, Kereta Api (KA) Argo Merbabu sempat berhenti luar biasa untuk pemeriksaan sarana.
“Setelah dinyatakan aman oleh awak sarana perkeretaapian, kereta berangkat kembali pukul 07.09 WIB,” ujar Luqman, Sabtu (21/2).
Tiga pelajar yang meninggal dunia tertemper KA Argo Merbabu relasi Semarang–Gambir itu adalah Isnati Sawita, 15, Dila, 15, dan Gita, 15, semuanya warga Kelurahan Kasepihan, Kecamatan Batang.
Luqman menyampaikan duka cita dan keprihatinan atas peristiwa kecelakaan tersebut. “KAI Daop 4 Semarang turut prihatin dan menyayangkan kejadian ini,” katanya.
PT KAI Daop 4 Semarang mengingatkan masyarakat agar tidak beraktivitas di jalur kereta api sesuai Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian.
Menurut Luqman, pihaknya terus melakukan sosialisasi keselamatan di sekolah dan masyarakat sebagai upaya mencegah kasus kecelakaan serupa.
“Tragedi ini menjadi pengingat keras bahwa rel kereta bukan tempat bermain, apalagi lokasi swafoto,” tambahnya.
Di sejumlah titik di wilayah Batang, rel kereta memang kerap menjadi tempat anak muda berkumpul saat Ramadhan karena lokasinya terbuka dan minim pengawasan.
Penjaga pos perlintasan sebidang GOR Sarengat, Batang, Ramelan mengatakan di sepanjang lokasi itu menyimpan risiko besar karena kereta api melaju dengan kecepatan tinggi dan sering tanpa suara klakson panjang.
“Oleh karena itu, kami berharap orang tua ikut mengingatkan anak-anak agar menjauhi rel KA. Rel itu jalur maut, kalau tidak hati-hati, jangan sampai ada korban lagi,” katanya. (ANTARA)








