Tragedi Perahu Terbalik di Paseban Jember: 2 Korban Ditemukan Tewas, 2 Masih Hilang

oleh -355 Dilihat
Petugas mengevakuasi jasad korban di Pantai Paseban, Jember. (Foto: Ist)
Petugas mengevakuasi jasad korban di Pantai Paseban, Jember. (Foto: Ist)

KabarBaik.co, Jember – Dua orang ditemukan meninggal dunia dan dua korban masih hilang dalam tragedi perahu terbalik di Pantai Paseban, Kecamatan Kencong, Jember. Proses pencarian sudah memasuki hari keenam, Senin (24/8).

Memasuki hari kelima operasi SAR, Minggu (23/8) kemarin, Tim SAR Gabungan berhasil menemukan satu lagi korban dalam kondisi meninggal dunia. Korban yang baru ditemukan terdampar tersebut teridentifikasi bernama Moh. Sholihin, 34 tahun, warga Desa Mojosari, Kecamatan Puger.

Jenazah korban ditemukan sekitar pukul 14.15 WIB pada jarak sekitar 6 kilometer dari lokasi awal tempat kecelakaan terjadi.

“Kami menerima informasi dari nelayan setempat sekitar pukul 14.00 WIB mengenai adanya jenazah terdampar di pesisir Pantai Paseban. Tim SAR Gabungan langsung bergerak cepat melakukan evakuasi,” ujar Kepala BPBD Kabupaten Jember Edy Budi Susilo, Senin.

Usai dievakuasi, jenazah Moh. Sholihin langsung dibawa ke rumah duka di Desa Mojosari menggunakan ambulans untuk diserahkan kepada pihak keluarga.

Untuk diketahui, tragedi kecelakaan laut ini bermula pada Rabu (19/8) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB. Sebuah perahu nelayan yang membawa lima orang Anak Buah Kapal (ABK) dihantam gelombang tinggi saat melaut.

Dari total lima orang penumpang perahu tersebut 1 orang selamat, Samino, 65 tahun, warga Desa Puger Wetan, Kecamatan Puger.

“2 orang meninggal dunia, Sahwiyanto, 46 tahun warga Desa Puger Wetan (ditemukan lebih awal pada 18/19 Agustus) dan Moh. Sholihin, 34 tahun warga Desa Mojosari (ditemukan Minggu, 23 Agustus). Sedangkan 2 orang masih dalam pencarian yakni Mujai, 58 tahun dan Samsul, 45 tahun keduanya merupakan warga Desa Mojosari, Kecamatan Puger,” jelas Edy.

Tim SAR Gabungan menerjunkan dua regu (Search and Rescue Unit/SRU). SRU 1 melakukan penyisiran visual di atas permukaan laut menggunakan rubber boat milik Basarnas, sementara SRU 2 melakukan penyisiran darat di sepanjang garis Pantai Paseban sejauh 3 kilometer.

Namun, tingginya ombak di sekitar Pantai Paseban yang mencapai kisaran 4 meter menjadi kendala utama bagi tim di lapangan.

“Jadi karena alasan keselamatan, pencarian sementara dihentikan pada pukul 17.00 WIB dan kembali dilanjutkan pada Senin (24/8) pagi,” ungkapnya.

BPBD Kabupaten Jember bersama Basarnas dan unsur relawan kembali memperluas area pencarian untuk menemukan dua nelayan yang belum ditemukan, yaitu Mujai dan Samsul.

Selain memfokuskan personel TRC-PB untuk mendukung operasi pencarian, BPBD Kabupaten Jember juga merekomendasikan penyaluran bantuan logistik bagi keluarga korban yang terdampak musibah ini.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Dwi Kuntarto Aji
Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.