KabarBaik.co – Seorang pria tanpa identitas yang diduga mencuri sepeda angin tewas dihakimi massa di Jalan Manyar Kertoarjo, Kecamatan Mulyorejo, Surabaya, Senin (4/11). Pria yang diperkirakan berusia 40 tahun itu mengalami luka parah di kepala dan ditemukan dalam kondisi tangan terikat ke belakang.
Polisi dari Tim Identifikasi Polrestabes Surabaya dan Satreskrim Polsek Mulyorejo segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) guna menyelidiki kasus ini. Di sekitar tubuh pelaku, ditemukan beberapa potongan kayu dan batang pohon yang diduga digunakan oleh massa untuk memukuli pelaku. Barang-barang tersebut terdapat bercak darah yang menjadi petunjuk kuat adanya kekerasan terhadap pria yang sudah tak bernyawa itu.
“Pelaku ditemukan dalam kondisi tangan terikat ke belakang. Saat kami tiba, pelaku sudah dalam keadaan meninggal dunia,” ujar Kanit Reskrim Polsek Mulyorejo, Ipda Alfan Alfian.
Ia menambahkan, dari keterangan warga sekitar, kawasan ini memang kerap menjadi sasaran pencurian sepeda angin, terutama saat dini hari atau menjelang subuh.
Berdasarkan informasi yang diperoleh polisi, pelaku diduga telah melakukan aksi pencurian di rumah seorang warga bernama Indana di Jalan Manyar Sabrangan, Gang Tiga, Surabaya. Sepeda angin milik Indana ditemukan di dekat tubuh pelaku. Sebelum itu, pelaku sempat berupaya mencuri sepeda angin dari sebuah panti anak yatim di Jalan Raya Manyar Sabrangan, namun gagal karena aksinya dipergoki oleh pemilik panti.
Menurut penuturan Indana, dirinya menyadari sepeda anginnya hilang ketika ia bangun di pagi hari. Namun, tak lama kemudian ia mendapat informasi bahwa seorang pencuri tewas dihakimi massa di sekitar lokasi pencurian. “Saya kaget saat tahu sepeda saya ditemukan di dekat jasad pelaku,” ujar Indana.
Usai melakukan olah TKP, polisi mengevakuasi jasad pelaku ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jawa Timur untuk dilakukan autopsi guna memastikan penyebab pasti kematian. Sementara itu, sejumlah saksi di sekitar lokasi kejadian telah dimintai keterangan untuk membantu penyelidikan lebih lanjut. Polisi juga akan mendalami identitas pelaku, mengingat tidak ditemukan kartu identitas apapun di tubuhnya. (*)







