Unej Gagalkan Joki Ujian TOEFL CBEPT, Empat Pelaku Ditangkap

oleh -35 Dilihat
IMG 20251018 WA0035
Empat joki ujian Unej yang diamankan. (Ist)

KabarBaik.co – Tim Siber Unit Penunjang Akademis Teknologi Informasi dan Komunikasi (UPA TIK) Universitas Jember (Unej) menggagalkan adanya dugaan praktik kecurangan perjokian ujian TOEFL Computer Based English Proficiency Test (CBEPT) di Unit Pelaksana Akademik (UPA) Bahasa pada Kamis (16/10).

Kepala UPA TIK Unej Prof. Bayu Taruna Widjaja Putra mengatakan, empat pelaku yang ditangkap terdiri dari dua mahasiswa aktif dan dua alumni.

Ia menyampaikan, kecurigaan berawal adanya dari deteksi sistem keamanan internal, yang saat itu menemukan adanya anomali jaringan di laboratorium ujian.

“Komputer klien ujian ternyata diakses secara remote menggunakan akun mahasiswa yang memanfaatkan layanan joki,” Sabtu (18/10).

“Setelah dilakukan pelacakan trafik yang tidak wajar itu, Tim Siber UPA TIK langsung bergerak ke lokasi dan menemukan para pelaku tengah menjalankan aksinya,” sambungnya.

Prof. Bayu mengungkapkan, dari hasil investigasi yang dilakukan timnya, para terduga pelaku mengakui perbuatannya dan menyebutkan mereka juga mengungkap nama-nama mahasiswa lain yang menjadi klien mereka.

Dengan temuan itu, pihakanya menegaskan bahwa pihak universitas tidak akan mentolerir tindakan yang mencederai integritas akademik.

“Terkait sanksi, tidak hanya yang melakukan perjokian, tetapi pengguna jasa joki sangat memungkinkan untuk bisa diberikan sanksi. Saat ini kami telah mengantongi mahasiswa yang menggunakan jasa tersebut. Kasus ini akan kami serahkan kepada Tim Etik Universitas untuk proses sanksi lebih lanjut,” jelasnya.

Ia menambahkan, jika mahaiswa yang mengunakan jasa tersebut mengaku tergiur biaya yang murah, berkisar Rp50 ribu hingga Rp200 ribu dan sistem pembayaran baru dilakukan jika hasil ujian dinyatakan lulus.

“Pengungkapan kasus ini menjadi peringatan serius untuk terus memperkuat sistem proteksi data akademik,” paparnya.

Bayu menyebut, bahwa pada tahun 2024 lalu, pihaknya juga berhasil membongkar praktik serupa pada pelaksanaan UTBK SNBT. Maka dari itu, pihak Unej terus meningkatkan sistem deteksi dini terhadap aktivitas digital yang mencurigakan.

“Kami mengimbau seluruh sivitas akademika agar bijak dalam membagikan data pribadi di platform digital untuk menghindari risiko kebocoran data,” tutup Bayu. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Dwi Kuntarto Aji
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.