Untag Surabaya Dorong Revitalisasi Peneleh lewat Kolaborasi Internasional

oleh -275 Dilihat
kegiatan International Joint Community Service yang digelar Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya bersama TiMe Amsterdam di kawasan Kampung Peneleh
kegiatan International Joint Community Service yang digelar Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya bersama TiMe Amsterdam di kawasan Kampung Peneleh

KabarBaik.co, Surabaya – Upaya pelestarian kawasan heritage di Surabaya dinilai membutuhkan pendekatan yang lebih luas daripada sekadar konservasi bangunan tua. Revitalisasi kawasan bersejarah juga harus menyentuh aspek pendidikan, sosial masyarakat, hingga pengembangan ruang publik berbasis sejarah.

Hal itu mengemuka dalam kegiatan International Joint Community Service yang digelar Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya bersama TiMe Amsterdam di kawasan Kampung Peneleh, Rabu (20/5).

Kegiatan tersebut mempertemukan akademisi lintas disiplin dan pegiat heritage internasional untuk membahas potensi Kampung Peneleh sebagai kawasan edukasi, penelitian, sekaligus pengabdian masyarakat berbasis sejarah dan budaya.

Ketua LPPM Untag Surabaya Prof. Slamet Riyadi mengatakan, kawasan heritage memiliki nilai penting bukan hanya dari sisi sejarah, tetapi juga sebagai ruang pembelajaran sosial bagi masyarakat perkotaan.

Menurut dia, keterlibatan perguruan tinggi dalam pengembangan kawasan heritage menjadi penting agar hasil riset dan kajian akademik dapat diterapkan langsung di masyarakat.

“Pengabdian masyarakat menjadi ruang implementasi ilmu pengetahuan agar hasil penelitian tidak berhenti di lingkungan kampus saja,” ujarnya.

Kampung Peneleh merupakan salah satu kawasan lama di Surabaya yang menyimpan banyak jejak sejarah perkembangan kota. Selain dikenal sebagai kawasan permukiman lama, Peneleh juga memiliki situs makam bersejarah dan bangunan-bangunan lama yang masih bertahan di tengah perkembangan urbanisasi.

Namun, seperti banyak kawasan heritage lain di kota besar, Peneleh menghadapi tantangan pelestarian. Perubahan tata ruang, tekanan pembangunan, hingga menurunnya perhatian generasi muda terhadap sejarah lokal menjadi persoalan yang mulai dirasakan. Dalam konteks itu, kolaborasi internasional dinilai dapat membuka perspektif baru mengenai model pelestarian kawasan heritage yang lebih partisipatif dan berkelanjutan.

Perwakilan TiMe Amsterdam, Petra Timmer, menilai kawasan heritage memiliki fungsi yang lebih luas daripada sekadar ruang wisata sejarah. Menurut Petra, kawasan bersejarah dapat menjadi media pembelajaran publik sekaligus ruang interaksi sosial yang menjaga identitas kota.

Selama berada di Surabaya, Petra melakukan observasi kawasan Peneleh serta berdiskusi dengan mahasiswa dan dosen Untag Surabaya mengenai kemungkinan kolaborasi riset dan pengabdian masyarakat. Ia melihat Kampung Peneleh memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai kawasan heritage berbasis edukasi masyarakat.

Diskusi pengembangan kawasan Peneleh juga melibatkan sejumlah akademisi Untag Surabaya dari berbagai bidang keilmuan, seperti Dr. R.A. Retno Hastijanti, Prof. Made Warka, Tigor Wilfritz Soaduon P., Ph.D., Dr. Andarita Rolalisasi, Dr. Niken Titi Pratitis, serta Dr. Rachmawati Novaria.

Keterlibatan lintas disiplin tersebut menunjukkan bahwa pengembangan kawasan heritage tidak dapat diselesaikan hanya melalui pendekatan arsitektur. Aspek hukum, sosial, psikologi masyarakat, hingga pemberdayaan ekonomi warga menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan kawasan bersejarah.

Pengamat urban heritage menilai banyak program pelestarian kawasan lama gagal berkembang karena hanya fokus pada konservasi fisik bangunan tanpa memperhatikan kehidupan sosial masyarakat di dalamnya. Karena itu, keterlibatan warga dinilai menjadi faktor penting agar kawasan heritage tetap hidup dan memiliki fungsi di tengah perubahan kota modern.

Pada hari yang sama, Program Studi Arsitektur Untag Surabaya juga meresmikan Berlage’s Corner di Perpustakaan Graha Wiyata. Ruang tersebut disiapkan sebagai pusat literasi dan diskusi sejarah arsitektur, khususnya mengenai pemikiran Hendrik Petrus Berlage yang memiliki pengaruh terhadap perkembangan arsitektur di Surabaya.

Peresmian ruang literasi itu menjadi bagian dari upaya memperkuat kesadaran akademik sekaligus memperluas diskusi publik mengenai pentingnya pelestarian heritage di perkotaan.

Melalui kolaborasi tersebut, Untag Surabaya berharap pengembangan kawasan heritage seperti Peneleh tidak berhenti pada agenda pelestarian simbolik, tetapi berkembang menjadi ruang pendidikan, penelitian, dan pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.