Update Persiapan Haji dan Pelaksanaan Umrah di Tengah Konflik Iran dengan Israel-AS

oleh -9 Dilihat
KAKBAH

KabarBaik,co, Jakarta– Menjelang musim haji 2026, pemerintah memastikan penyelenggaraan ibadah haji bagi jemaah Indonesia tetap berjalan meski konflik di kawasan Timur Tengah terus berlangsung. Wakil Menteri Haji dan Umrah RI Dahnil Anzar Simanjuntak menegaskan persiapan haji sudah mencapai 95 persen. Mulai akomodasi, transportasi, hingga konsumsi, dan siap sesuai jadwal keberangkatan.

“Tidak ada kendala. Sampai hari ini, persiapan penyelenggaraan haji berjalan dengan lancar. Grouping atau pengelompokan jamaah tinggal menyelesaikan tahap terakhir,” ujar Dahnil saat Konsolidasi Perhajian dan Umrah di Grand El Hajj, Cipondoh, Tangerang, kepada awak media, Selasa (3/3).

Meski persiapan haji disebut aman, pemerintah mengimbau jemaah umrah untuk menunda keberangkatan sementara. Hal itu menyusul potensi risiko dari konflik yang masih berlangsung di Timur Tengah. “Kami ingin memastikan keamanan dan kenyamanan jemaah. Penundaan ini bersifat mitigasi risiko, bukan pembatalan,” jelas Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Puji Raharjo.

Untuk menangani dinamika situasi ini, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI membentuk Pusat Koordinasi terpadu bersama Kementerian Luar Negeri, Kementerian Perhubungan, Kementerian Imigrasi, perusahaan penerbangan, dan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU). Beberapa keputusan strategis diambil, antara lain:

  1. Koordinasi data dan informasi lintas instansi untuk pemantauan dan mitigasi risiko perjalanan umrah.
  2. Imbauan penundaan keberangkatan hingga kondisi keamanan wilayah udara menuju Arab Saudi dinilai kondusif.
  3. Kemudahan izin extra flight dan izin terbang bagi maskapai untuk mengakomodasi jamaah yang terdampak.
  4. Kebijakan fleksibel terkait refund, reschedule, dan re-route tiket, akomodasi, serta konsumsi bagi jamaah yang tertahan di Arab Saudi atau negara transit.
  5. Kewajiban PPIU untuk menjamin keselamatan jamaah yang tetap diberangkatkan dan memberikan edukasi kondisi terkini di kawasan Timur Tengah.

Pemerintah menekankan bahwa keselamatan jemaah tetap menjadi prioritas utama. “Negara hadir untuk memastikan perlindungan, kepastian, dan ketenangan bagi seluruh jamaah,” tegas Puji.

Dengan langkah koordinasi lintas sektor ini, Kemenhaj mengharapkan pelaksanaan haji 2026 tetap aman, sementara jemaah umrah diminta bersabar hingga situasi di Timur Tengah benar-benar kondusif, agar perjalanan ibadah tetap nyaman dan terlindungi sepenuhnya. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Editor: Supardi Hardy


No More Posts Available.

No more pages to load.