KabarBaik.co – Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah rumah warga penerima manfaat di Desa Bendo, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro. Sidak dilakukan untuk memastikan kelayakan keluarga penerima manfaat (KPM) yang rumahnya telah ditempeli stiker bertuliskan ‘Keluarga Miskin’.
Sidak tersebut dilakukan bersama rombongan dari Dinas Sosial (Dinsos), Dinas Kesehatan (Dinkes), Dinas Perindustrian dan Ketenagakerjaan (Dinperinaker), Badan Pusat Statistik (BPS), serta jajaran kecamatan dan pemerintah desa setempat.
Nurul menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut arahan Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono, agar data acuan pemasangan stiker sesuai dengan kondisi riil di lapangan. Data yang digunakan bersumber dari Data Kemiskinan Daerah (Damisda).
“Data Damisda berasal dari usulan kepala desa, kemudian dibahas melalui Musyawarah Desa (Musdes) dan dilaporkan kepada Bupati setiap enam bulan sekali,” ujarnya, Rabu (7/1).
Ia menegaskan, apabila ditemukan data yang tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya, maka nama yang bersangkutan akan dicoret dari Damisda pada penyaluran bantuan berikutnya. “Jika masih ditemukan tidak tepat sasaran, segera laporkan ke Dinsos,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Bojonegoro, Agus Susetyo Hardianto, menjelaskan bahwa pemasangan stiker “Keluarga Miskin” dilakukan sebagai upaya transparansi dan akurasi data bagi masyarakat maupun penerima bantuan sosial.
Menurutnya, data KPM berasal dari pendataan masing-masing kepala desa, dan saat ini pemasangan stiker tahap pertama telah menyasar 50.987 kepala keluarga. “Setelah tahap pertama ini, akan dilakukan evaluasi dan perbaikan data. Harapannya, data ke depan semakin akurat dan tepat sasaran,” ujarnya.
Ia menambahkan, Dinsos juga akan melakukan pemutakhiran data menuju Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) agar basis data penerima bantuan semakin terintegrasi. (*)






