KabarBaik.co, Bojonegoro – Polisi tengah melakukan penyelidikan terkait insiden mobil yang menabrak tujuh siswa di MTsN 1 Bojonegoro. Peristiwa tersebut menimbulkan korban luka serius dan saat ini masih dalam penanganan pihak berwenang.
Kasat Reskrim Polres Bojonegoro AKP Cipto Dwi Leksana mengungkapkan bahwa tim identifikasi (Inafis) telah melakukan olah TKP guna mengetahui penyebab pasti kecelakaan tersebut. Hingga kini, polisi juga masih memeriksa sejumlah saksi.
“Sampai saat ini kami masih melakukan pemeriksaan dan memintai keterangan dari beberapa saksi,” ujar Cipto, Jumat (1/5).
Sementara itu, Kepala MTsN 1 Bojonegoro, Saifudin, menyampaikan bahwa lima siswa dari kelas 7 dan 8 masih menjalani perawatan intensif di RS Bhayangkara Bojonegoro. Sebagian besar korban mengalami luka berat berupa patah tulang akibat tertabrak dan terlindas kendaraan.
Pihak sekolah berharap pelaku dapat bertanggung jawab atas kejadian tersebut, terutama dalam hal pembiayaan pengobatan para korban.
“Kami berencana menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan, namun pihak kontraktor juga harus menanggung seluruh biaya pengobatan korban yang merupakan siswa kami,” kata Saifudin.
Diketahui, insiden terjadi pada Jumat (1/4), ketika sebuah mobil yang dikendarai Nurul Komaruloh (50), warga Kelurahan Mampir, Kecamatan Cileungsi, Bogor, menabrak tujuh siswa yang sedang mengikuti latihan Pramuka di halaman sekolah. Nurul Komaruloh merupakan kontraktor yang tengah mengerjakan proyek perbaikan gedung di MTsN 1 Bojonegoro melalui program PHTC dari Kementerian Agama. (*)






