Jelang May Day, 2 Serikat Pekerja di Bojonegoro Beda Haluan

oleh -342 Dilihat
WhatsApp Image 2026 04 28 at 2.07.32 PM
Persiapan SBKI Bojonegoro jelang May Day (Shohibul Umam)

KabarBaik.co, Bojonegoro– Peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day yang jatuh pada 1 Mei menjadi momentum bagi para pekerja untuk menyuarakan aspirasi terkait upah dan kesejahteraan mereka. Namun di Bojonegoro, dua serikat buruh terbesar menunjukkan sikap berbeda dalam menyikapi peringatan tersebut.

Ketua Serikat Buruh Konstruksi Indonesia (SBKI) Bojonegoro, Arif Rahmanto, menyatakan pihaknya akan menggelar aksi turun ke jalan pada Jumat (1/5). Dalam aksi tersebut, SBKI membawa tiga tuntutan utama, yakni mendesak diterbitkannya regulasi yang berpihak pada kesejahteraan buruh, menjamin kesehatan serta kelayakan hidup pekerja dan keluarganya, serta menghapus sistem outsourcing dan menjamin kebebasan berserikat.

“Upah layak adalah keharusan, karena itu yang menjamin kelangsungan hidup buruh,” tegas Arif, Selasa (28/4).

Ia menjelaskan bahwa kondisi upah buruh saat ini masih belum merata. Menurutnya, terdapat perbedaan signifikan antara pekerja formal dan informal. Pekerja formal dinilai memiliki kondisi yang relatif lebih baik, sementara pekerja informal seperti buruh administrasi di institusi pendidikan, lembaga pemerintah maupun nonpemerintah, serta pekerja konstruksi harian masih menghadapi ketidakpastian pendapatan.

Arif memaparkan upah tukang kayu atau tukang batu berkisar antara Rp 150 ribu hingga Rp 250 ribu per hari untuk tenaga kerja harian (HOK). Sementara itu, buruh pembantu atau kenek menerima upah sekitar Rp 80 ribu hingga Rp 120 ribu per hari. Namun, pekerjaan tersebut bersifat tidak tetap sehingga pendapatan tidak menentu.

“Pekerjaan mereka tidak pasti setiap hari ada. Ini yang menjadi perhatian dan terus kami perjuangkan,” ujarnya.

Di sisi lain, Ketua Cabang Federasi Serikat Pekerja Rokok, Tembakau, Makanan, dan Minuman (RTMM) Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Bojonegoro, Anis Yulianti, menyampaikan bahwa pihaknya akan mengikuti peringatan Hari Buruh yang difasilitasi pemerintah daerah.

Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung di halaman Kantor Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Bojonegoro. Berbeda dengan SBKI, pihak FSP RTMM SPSI belum menyampaikan tuntutan secara terbuka.

Anis menyebutkan bahwa sikap dan aspirasi serikatnya akan disampaikan secara resmi saat acara berlangsung. “Saya sampaikan pas sambutan,” ujarnya singkat. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Shohibul Umam
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.