KabarBaik.co, Batu – Wali Kota Batu, Nurochman, melayangkan teguran keras kepada jajaran Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) saat Forum Konsultasi Publik (FKP) Rancangan Awal (Ranwal) RKPD 2027 yang digelar di sebuah hotel, Kota Batu, Rabu (18/2).
Dalam forum tersebut, Nurochman secara terbuka mengkritik pola kerja birokrasi yang dinilai belum sepenuhnya selaras dengan visi-misi pembangunan daerah “Mbatu Sae”.
Ia menyatakan, sengaja menyampaikan evaluasi di ruang publik lantaran koordinasi tertutup kerap tidak menghasilkan tindak lanjut konkret. “Kami yang menjadi sasaran tembak evaluasi dan koreksi dari masyarakat. Jadi, di 2027 nanti saya minta pola ini tidak terulang kembali,” tegasnya.
Dalam forum tersebut, Nurochman menekankan agar seluruh SKPD tidak lagi berjalan sendiri-sendiri dan wajib merujuk penuh pada visi-misi kepala daerah. Ia bahkan menyinggung adanya fenomena “visi-misi tandingan” di tingkat SKPD yang membuat program prioritas tidak terealisasi maksimal.
“Saya harus tegaskan, jangan sampai ada visi-misi tandingan dari Kepala SKPD. Ini riil terlihat di DPA (Dokumen Pelaksanaan Anggaran). Ada perencanaan dan kajian di 2025, tapi tidak ditindaklanjuti oleh SKPD teknis di 2026,” ujarnya.
Menurutnya, inkonsistensi antara perencanaan dan pelaksanaan tersebut menjadi salah satu penyebab program prioritas belum berjalan optimal.
Ironisnya, ia juga mengungkapkan kekecewaan terhadap alokasi anggaran 2026. Dari total anggaran sekitar Rp 1 triliun, hanya sekitar Rp 36 miliar yang terserap untuk program prioritas “Mbatu Sae”.
Angka tersebut dinilai belum mencerminkan keberpihakan penuh pada arah pembangunan yang telah ditetapkan. “Kalau visi-misi ini menjadi komitmen bersama, maka penganggaran juga harus mencerminkan itu,” tandasnya.
Ia meminta penyusunan RKPD 2027 benar-benar dilakukan dengan sinkronisasi yang matang antara perencanaan dan penganggaran, sehingga visi pembangunan Kota Batu tidak hanya menjadi slogan, tetapi terealisasi nyata di lapangan. (*)








