Wali Kota Malang Kerahkan Alat Berat Normalisasi Sungai Usai Banjir Rendam Sejumlah Titik

oleh -242 Dilihat
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat (topi hitam) saat di atas pengairan di Sidomulyo, Kelurahan Purwodadi, Kecamatan Blimbing. (Foto: P. Priyono)

KabarBaik.co – Hujan deras yang mengguyur Kota Malang pada Kamis (4/12) sore menyebabkan banjir di sejumlah titik, termasuk kawasan Jalan Letjen Sutoyo. Genangan terjadi akibat sedimentasi sungai dan tumpukan sampah yang menghambat aliran air.

Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, langsung turun meninjau lokasi terdampak salah satunya di Sidomulyo, Kelurahan Purwodadi, Kecamatan Blimbing, pada Jumat (5/12) siang. Ia memastikan penanganan cepat dengan menurunkan alat berat untuk mengeruk saluran dan menormalisasi aliran sungai.

“Siang ini saya bawa alat berat, kita akan keruk itu saluran di sana,” tegas Wahyu saat memantau kondisi di lapangan. Wahyu menuturkan bahwa dirinya berkeliling menggunakan motor untuk meninjau titik-titik banjir.

Dari pantauan tersebut, ia menemukan banyak endapan lumpur dan sampah yang menghambat aliran air hingga menyebabkan luapan ke jalan. “Kemarin saya berkeliling naik motor, tinjau lokasi. Saya lihat banyak endapan dan sampah yang akhirnya menghambat. Air tidak bisa masuk ke dalam saluran,” ujarnya.

Wahyu menyebut beberapa bulan sebelumnya kondisi saluran masih aman karena kerja bakti rutin dilakukan. “Beberapa bulan yang lalu, kita kerja bakti di sana, aman,” ungkapnya.

Menurut Wahyu, banjir yang merendam puluhan titik tidak hanya dipicu hujan dengan intensitas tinggi, tetapi juga air kiriman dari wilayah atas. Bahkan Bozem (kolam buatan) Tunggulwulung disebut sudah mencapai status amber. “Selain intensitas hujan tinggi, kiriman dari atas juga mempengaruhi, karena bozem Tunggulwulung sudah amber. Jadi hujan di atas juga tinggi sekali,” jelasnya.

Ia menegaskan luapan di bozem menjadi indikator kuat munculnya banjir di Kota Malang. “Kalau bozem ini sudah amber, kita sudah bisa memprediksi Malang pasti banjir,” tambahnya.

Meski belum tuntas seratus persen, Wahyu menyampaikan pembangunan drainase di Jalan Soekarno-Hatta mulai memberikan hasil positif. Sistem drainase baru tersebut membantu menahan debit air dari arah selatan. “Dari arah selatan sudah teratasi karena pembangunan drainase Suhat. Kalau semua sudah selesai, pasti bisa mengurangi limpahan air ke kawasan Borobudur sampai Letjen Sutoyo, meski tidak seratus persen,” tandasnya.

Pemkot Malang menegaskan upaya normalisasi dan pembersihan saluran akan terus dilakukan sebagai langkah antisipasi selama puncak musim hujan. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: P. Priyono
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.