Wamenpar Kunjungi Kota Batu, Bedah Proyeksi Ekonomi Destinasi Wisata

oleh -54 Dilihat
WhatsApp Image 2026 03 12 at 09.22.23
Wamenpar RI, Ni Luh Enik Ermawati, bersama Wakil Wali Kota Batu, Heli Suyanto. (Foto: P. Priyono)

KabarBaik.co, Batu – Wakil Menteri Pariwisata Republik Indonesia, Ni Luh Enik Ermawati, melakukan peninjauan strategis ke sebuah tempat wisata di Kota Batu, pada Rabu (11/3). Kunjungan ini bertujuan membedah proyeksi ekonomi destinasi wisata sekaligus mengevaluasi kesiapan infrastruktur menjelang arus mudik dan libur Lebaran 2026.

Dalam kesempatan tersebut, Wamenpar menanggapi fluktuasi angka kunjungan wisatawan sepanjang 2025 yang menunjukkan adanya penurunan. Meski begitu, ia menegaskan tetap optimistis sektor pariwisata di Batu akan bangkit pada momentum libur Lebaran tahun ini.

Menurutnya, konektivitas infrastruktur di jalur Lintas Jawa yang semakin baik menjadi modal penting untuk mendongkrak pergerakan wisatawan domestik menuju destinasi wisata di Batu.

“Kami sangat optimis masyarakat akan tetap memilih berwisata di dalam negeri saja. Dengan kondisi jalan Lintas Jawa yang sudah sangat bagus, pergerakan wisatawan di koridor ini akan sangat masif. Kota Batu telah lama menjadi top of mind bagi masyarakat, khususnya di Jawa Timur, berkat kekayaan atraksi wisatanya,” ujar Ni Luh.

Ia memproyeksikan periode Lebaran 2026 dapat menjadi titik balik (rebound) bagi perekonomian daerah, dengan catatan kenyamanan wisatawan tetap menjadi prioritas utama bagi pengelola destinasi maupun pemerintah daerah.

Soroti Ketiadaan Jalan Nasional

Dalam kunjungan tersebut, salah satu isu yang menjadi sorotan adalah ketiadaan status Jalan Nasional di Kota Batu. Kondisi ini dinilai kerap menjadi kendala dalam pengelolaan mobilitas wisatawan, terutama saat musim liburan dengan lonjakan kunjungan.

Wamenpar mengungkapkan bahwa pihaknya telah menerima masukan dari Pemerintah Kota Batu terkait persoalan aksesibilitas tersebut dan akan membahasnya lintas kementerian. “Masalah ketiadaan jalan nasional ini harus dibahas secara lintas kementerian. Kami akan segera mendiskusikan solusi terbaik bersama Kementerian Perhubungan dan Kementerian PU,” tegasnya.

Sebagai langkah jangka pendek, Ni Luh menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan kepolisian dalam menerapkan rekayasa lalu lintas yang efektif selama periode mudik dan libur Lebaran.
“Kewenangan ada di daerah dan kepolisian setempat. Koordinasi harus diperketat agar arus mudik dan liburan berjalan nyaman tanpa kemacetan yang mengunci,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu, Onny Ardianto memberikan klarifikasi terkait persepsi penurunan jumlah wisatawan. Ia menjelaskan bahwa saat ini pihaknya tengah melakukan transformasi metode penghitungan kunjungan agar lebih akurat dan komprehensif.

Sebelumnya, penghitungan hanya dilakukan melalui metode sampling di 40 titik. Kini cakupannya diperluas menjadi 48 titik dengan integrasi sistem digital. “Destinasi-destinasi baru yang sebelumnya belum terdata, seperti Dufan (Batu) dan WDK, kini sudah masuk dalam sistem monitoring kami,” ujar Onny.

Langkah tersebut diambil agar kebijakan pengembangan pariwisata dapat disusun berdasarkan data yang lebih riil, seiring dengan terus bertambahnya akomodasi serta wahana wisata baru di Kota Batu. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: P. Priyono
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.