Warga Lamongan Diresahkan Aksi Perang Sarung Saat Sahur, Polisi Gagalkan 2 Aksi

oleh -89 Dilihat
Barang bukti sepeda motor dan sarung berisi batu yang diamankan jajaran Polres Lamongan. (Foto: Ist)

KabarBaik.co, Gresik – Aksi perang sarung yang meresahkan warga kembali marak di sejumlah wilayah Kabupaten Lamongan saat momentum sahur di bulan suci Ramadan.

Dalam dua kejadian terpisah, jajaran kepolisian di wilayah Sukodadi dan Babat bergerak cepat menindaklanjuti laporan masyarakat. Polisi mengamankan sejumlah barang bukti yang diduga akan digunakan dalam aksi tersebut.

Peristiwa pertama terjadi di Jalan Raya Menongo, Desa Sumberaji, Kecamatan Sukodadi, Jumat (20/2) sekitar pukul 02.00 WIB. Petugas piket Polsek Sukodadi menerima laporan warga terkait segerombolan pemuda yang berkumpul di lokasi dan menimbulkan keresahan.

Menindaklanjuti laporan itu, Kanit Reskrim bersama anggota piket jaga langsung menuju lokasi untuk melakukan pengecekan. Namun, setibanya di tempat kejadian, para pemuda yang diduga terlibat telah membubarkan diri.

Meski demikian, petugas menemukan sejumlah barang bukti yang ditinggalkan, berupa tiga unit sepeda motor serta sarung yang telah dililit dan diduga akan digunakan untuk perang sarung.

Barang bukti tersebut meliputi satu unit Honda Vario merah Nopol S-66xx-LU, Honda Vario putih Nopol S-28xx-JAP, Honda Beat putih Nopol S-57xx-JBH, serta tiga helai kabel dan selang yang dililit sarung. Seluruhnya kemudian diamankan ke Mapolsek Sukodadi untuk proses penyelidikan lebih lanjut.

Sehari berselang, penggerebekan serupa dilakukan anggota Polsek Babat di Jalan Bulak Sari, Desa Sogo, Kecamatan Babat, Sabtu (21/2) sekitar pukul 00.15 WIB. Aksi tersebut bermula dari laporan masyarakat yang resah terhadap aktivitas sekelompok remaja yang diduga melakukan perang sarung di lokasi tersebut.

Kapolsek Babat Kompol Chakim Amrullah bersama anggota segera menuju titik yang dilaporkan. Saat mobil patroli mendekat, para pelaku langsung melarikan diri dan meninggalkan barang bukti di lokasi.

Petugas kemudian mengamankan dua sarung yang telah dimodifikasi dan berisikan batu, serta empat unit sepeda motor, yakni Honda CBR 150, Honda GTR 150, Honda Vario hitam tanpa nomor polisi, dan Honda CRF tanpa nomor polisi. Selain itu, satu remaja berinisial AK, 17, pelajar asal Kecamatan Babat, juga diketahui diduga terlibat dalam aksi tersebut.

Di tempat terpisah, Kasi Humas Polres Lamongan Ipda M. Hamzaid menegaskan pentingnya peran orang tua dalam mengawasi aktivitas anak selama bulan Ramadan agar tidak terjerumus pada kegiatan negatif yang berpotensi mengganggu kamtibmas.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk mengisi bulan Ramadan dengan kegiatan positif seperti ibadah, tadarus, dan kegiatan sosial. Hindari konsumsi minuman keras, penyalahgunaan narkoba, serta segala bentuk tindakan yang melanggar hukum,” imbaunya.

Ia juga menambahkan, “Memasuki bulan suci Ramadhan, masyarakat khususnya para orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anaknya agar tidak terlibat dalam kegiatan negatif seperti perang sarung, balap liar, maupun aksi yang berpotensi mengganggu ketertiban umum”.

Pihak kepolisian turut mengapresiasi peran aktif masyarakat yang cepat melaporkan potensi gangguan keamanan di lingkungannya. Dengan sinergi tersebut, diharapkan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Lamongan selama Ramadan tetap aman, tertib, dan kondusif.(*)

 

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.