KabarBaik.co – Warga Desa Baureno, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto meluruk balai desa setempat, Selasa (8/10) malam. Mereka meminta kepala desa (Kades) untuk bersikap tegas atas kejadian penggerebekan 3 oknum perangkat yang diduga akan menyelewengkan Bantuan Pangan Cadangan Beras Pemerintah (CBP).
Kades Baureno Abdori menegaskan, ia tidak akan membela 3 oknum perangkat desanya apabila terbukti bersalah menyelewengkan beras bantuan yang seharusnya disalurkan kepada warga.
“Saya akan ada di pihak masyarakat, apalagi jika 3 perangkat desa tersebut terbukti bersalah, biarkan mereka mempertanggungjawabkan perbuatannya secara hukum,” tegas Abdori di hadapan ratusan warga yang berkumpul di Balai Desa Baureno, Selasa (8/10) malam.
Baca juga: 3 Oknum Perangkat Desa Baureno Mojokerto Dipergoki Warga Selewengkan Beras Bantuan Pangan
Abdori juga mengatakan bahwa dirinya telah mengintruksikan perangkat desa terkait yang mengurus bantuan itu untuk berlaku adil dan jujur apa adanya. Semua yang telah masuk data mendapatkan bantuan wajib diberikan tidak ada alasan apapun.
“Apabila perlakuan oknum perangkat desanya seperti itu kan itu berarti tidak beres, kok sampai ada warga yang seharusnya dapat bantuan kok tidak diberikan,” ucapnya.
Abdori mengaku telah melaporkan kasus ini kepada Polsek Jatirejo. Kades Baureno berharap agar pihak kepolisian bisa segera mengusut tuntas apa yang sebenarnya terjadi. Sehingga persoalan yang menyangkut hak warga kurang ini terbuka secara jelas.
Masih menurut Abdori, apabila terbukti bantuan memang sengaja tidak disalurkan dan dijual untuk kepentingan pribadinya itu jelas perbuatan melanggar hukum.
“Saya tadi sebelum ke balai desa datangi Polsek Jatirejo terlebih dulu, saya juga minta Polsek Jatirejo bisa menindaklanjuti segera,” pungkasnya.
Anggota BPD Baureno, Sultoni menyebut perbuatan 3 oknum perangkat desa ini sudah melenceng dari fungsinya. Menurutnya beras bantuan pangan dari pemerintah ini untuk warga Desa Baureno bukan desa yang lain.
“Beras bantuan ini seharusnya tetap di kantor desa, apapun alasannya dibawa ke Desa Sentonorejo Trowulan itu sudah ada niat yang mengarah ke penyelewengan,” tegasnya.
Sultoni juga mendorong pihak kepolisian segera memproses secara hukum. Ia bersama warga akan mengawal terus proses ini agar menjadi pelajaran bahwa hak warga kurang mampu harus dibela bukan malah tidak diberikan apalagi mengarah kepada mencari keuntungan pribadi.
“Memprihatinkan sekali kondisi warga yang sekarang yang tidak dapat bantuan beras, mereka sampai ‘ngasak’ sisa-sisa padi di sawah untuk makan sehari-harinya,” tuturnya.
Terpisah, Kapolsek Jatirejo AKP Syaiful Isro membenarkan adanya kejadian penggerebekan yang dilakukan oleh sejumlah warga Desa Baureno terkait dugaan penyelewengan beras bantuan pangan.
Pihaknya akan melakukan koordinasi terlebih dahulu dengan Polres Mojokerto karena lokasi kejadian penggerebekan sejumlah warga terhadap 3 oknum perangkat desanya berada di wilayah hukum Polsek Trowulan.
“Ya tadi sore sejumlah warga membawa 3 oknum perangkat Desa Baureno ke kantor sini, dan kami masih berkoordinasi dengan Polres Mojokerto untuk langkah selanjutnya,” pungkas AKP Syaiful. (*)







