Warna Lain dari Rakornas Keterbukaan Informasi Publik di Bumi Lambung Mangkurat

Editor: Hardy
oleh -437 Dilihat
Ketua Komisi Informasi Pusat RI Donny Yoesgiantoro (kiri) menyerahkan plakat kepada Menko Polhukam Hadi Tjahjanto di acara Rakornas Ke-15 Komisi Informasi Se-Indonesia di Banjarmasin, Kalsel, pada Selasa (11/6).

KabarBaik.co- Tuntas sudah hajatan besar di Bumi Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel). Yakni, Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Komisi Informasi Se-Indonesia. Pertemuan penting untuk membincang dan mengevaluasi keterbukaan informasi publik dalam penyelenggaraan negara menyongsong Indonesia Emas 2045.

Lepas dari agenda pokok Rakornas, Kalsel sebagai tuan rumah terbilang sukses. Provinsi yang dipimpin Gubernur Shobirin Nur itu telah menyuguhkan keramahan. Berbalut persaudaraan. Ribuan peserta pun berbangga. Mereka adalah rombongan Komisi Informasi Pusat, provinsi, kabupaten/kota se-Indonesia, perwakilan pemprov dan pemkab/pemkot, hingga segenap stake holder lainnya.

Kalsel terbilang istimewa. Selama ini, Provinsi di utara Pulau Jawa itu memang kerap menjadi tuan rumah hajatan-hajatan besar nasional. Rakornas Komisi Informasi itu hanya salah satunya. Satu wujud komitmen. Keinginam kuat untuk terus bergerak. Menuju hilir kemajuan dan kesejahteraan. Seolah sebuah kompetisi maraton, Kalsel tidak ingin bersantai. Tapi, berlari dan berlari. Linier dengan satu nilai kepahlawanan Pangeran Antasari. Di sisi lain, juga terselip pesan kuat sebagai wilayah yang babussalam.

Selama 10-13 Juni, selain bergulat dengan seminar-seminar dan seremonial acara terkait keterbukaan informasi, para peserta Rakornas juga berkawan dengan ’’warna lain’’ Kalsel. Terutama di kawasan Banjarmasin dan Martapura. Mulai wisata hingga kuliner. Salah satu di antara wisata yang sudah populer adalah Pasar Terapung. Hanya ada dua di dunia. Satunya lagi di Thailand.

Pasar Terapung, sebuah aktivitas dan tradisi jual-beli makanan, minuman dan beberapa barang lain di sungai. Dari perahu ke perahu. Dari sampan atau jukung, ibu-ibu menjajakan barang dagangan masing-masing. Sesekali mereka memberikan hiburan dengan membentuk formasi. Berdendang lagu Paris Berantai berseiring alunan musik khas Kalsel hingga senandung salawatan. Sungguh menjadi pemandangan dan nuansa lain di tengah gempita alam maya.

Adapun wisata religi, beberapa di antaranya, berziarah ke kubah atau makam Guru Sekumpul. Seorang ulama besar Nusantara. Haul Guru Sekumpul menjadi yang terbesar di Indonesia. Setiap tahun puluhan, bahkan ratusan ribu jemaah dari berbagai belahan tumpah ke Martapura. Mereka tidak hanya datang dari Kalimantan saja, melainkan juga jemaah dari segenap penjuru Nusantara. Bahkan, dari umat Islam dari negara lain.

Nilai keramahan dan persaudaraan di Kalsel itupun membuat para peserta rata-rata puas dan berbangga. Membekas. ‘’Terima kasih untuk ketua, wakil ketua, dan semua komisioner Komisi Informasi Pusat serta seluruh komisioner Komisi Informasi dari seluruh Indonesia. Terkhusus untuk Komisi Informasi Kalsel sebagai tuan rumah Rakornas yang sangat membahagiakan,’’ kata A. Nur Aminuddin, mewakili komisioner Komisi Informasi Jawa Timur.

Pernyataan senada juga diungkapkan peserta Rakornas dari provinsi dan kabupaten/kota lain.

Wakil Ketua Komisi Informasi Pusat RI Arya Sandhiyudha pun memberikan apresiasi tinggi untuk kepada semua. ’’Terima kasih Bapak dan Ibu Komisioner yang ambil bagian di terminal Rakornas. Semoga kebersamaan dan gagasan kita mewariskan sumbangsih dan bekal kebaikan bagi perjalanan Indonesia selanjutnya, meraih Emas di tahun 2045. Salam!’’ ungkapnya.

Sementara itu, Komisi Informasi Kalsel mengucapkan terimakasih dan penghargaan yang luar biasa kepada semua peserta yang sudah menghadiri dan menyemarakkan Rakornas ke-15 di Banjarmasin. ’’Permohonan maaf dan minta ridho kami haturkan kepada bapak-ibu sekalian, apabila mungkin ada kata-kata kami yang tak terjaga, sikap kami yang kurang bersahaja dan pelayanan kami yang tak sempurna, itu semua kekurangan dan kealpaan kami,’’ ujarnya.

Komisioner Komisi Informasi Kalsel beranggotakan Nawang Wijayati (ketua), Decky Lihu (wakil ketua), AH. Rijani (bidang kelembagaan), Riduannor (bidang advokasi, sosialisasi, dan edukas), serta Yati Nurhayati (bidang penyelesaian sengketa). ’’Semoga selama berada di Kalsel setidaknya menyisakan sedikit kenyamanan dan kesan baik bagi kami komisioner dan Kalsel Babussalam,’’ lanjutnya.

Dengan juga memberi apresiasi tinggi pada provinsi lain yang telah bekerja keras menjadi tuan rumah Rakornas Komisi Informasi, Provinsi Kalsel pun telah mencatatkan kesan manis. Kebanggaan.

Para peserta telah pulang. Melanjutkan kerja-kerja, mengibarkan pataka keterbukaan informasi publik. Bersama-sama terus mengawal komitmen open government, menyongsong Indonesia Emas 2045, seperti telah disampaikan Menko Polhukam Hadi Tjahjanto, Menparekraf Sandiaga Uno, Ignasius Jonan, dari Bidhumas Mabes Polri, PWI Pusat, dan sejumlah tokoh lain selama Rakornas.

Begitu banyak pekerjaan rumah masih menanti. Butir-butir rekomendasi seputar keterbukaan informasi, mesti tertindaklanjuti dengan kolaborasi dan inovasi. Tidak sekadar mimpi-mimpi. Sampai jumpa di Rakornas 2025 nanti. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News


No More Posts Available.

No more pages to load.