KabarBaik.co, Nganjuk– Di tengah penerapan kebijakan efisiensi anggaran, kinerja pengelolaan keuangan daerah Nganjuk terus menunjukkan tren positif. Hingga memasuki bulan April 2026, Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) mencatat realisasi belanja APBD telah mencapai angka yang cukup signifikan, menjadi bukti bahwa roda pemerintahan dan pembangunan tetap berjalan optimal.
“Realisasi belanja yang bisa terpantau mencapai 26,43 persen, atau sekitar Rp 662 miliar,” ujar Kepala BPKAD Kabupaten Nganjuk Dyah Puspita Rini, Rabu (29/4).
Dari total nilai realisasi tersebut, tercatat bahwa pos belanja operasional mendominasi dengan jumlah terbesar. Anggaran yang telah terserap untuk kebutuhan operasional ini mencapai Rp 562 miliar, yang digunakan untuk menunjang berbagai kegiatan pemerintahan, pelayanan publik, serta program-program rutin lainnya agar tetap berjalan maksimal.
“Realisasi terbanyak dari belanja operasi sebesar Rp 562 miliar,” jelasnya.
Proses penyerapan anggaran saat ini masih terus berjalan secara bertahap. Berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) diketahui masih memproses tahapan pengadaan barang dan jasa, mulai dari perencanaan, tender, hingga proses pembayaran yang disesuaikan dengan kebutuhan dan jadwal kegiatan masing-masing.
“Sampai saat ini di perangkat daerah masih berproses dalam pengadaan barang dan jasa, termasuk pembayarannya,” tambahnya.
Untuk diketahui, total pagu anggaran APBD Nganjuk tahun 2026 ini ditetapkan sebesar Rp 2,5 triliun. Angka tersebut mengalami penyesuaian menjadi lebih kecil dibandingkan tahun sebelumnya, seiring dengan diterapkannya kebijakan efisiensi dan efektifitas anggaran demi menjaga stabilitas fiskal daerah yang sehat. (*)






