KabarBaik.co – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memprediksi puncak banjir rob di pesisir Jakarta terjadi pada hari ini Jumat (5/12) sekitar pukul 09.00 WIB. Ia pun mengingatkan warganya yang berada pesisir atau sekitar teluk Jakarta agar bersiap menghadapinya hingga 10 Desember 2025.
“Puncak banjir rob itu tanggal 5 jam 09.00 pagi,” ujar Pramono di Jakarta, Kamis (4/12). Untuk mengantisipasi dampak rob, Pramono mengatakan telah meminta jajaran terkait, khususnya Dinas Sumber Daya Air dan BPBD, untuk mempersiapkan langkah mitigasi bencana.
Ia menyebutkan sejumlah titik rawan seperti Muara Angke, Marunda, dan kawasan pesisir lainnya sudah dimonitor sejak awal. Terutama tempat-tempat yang sudah diprediksi banjir rob seperti Muara Angke, Marunda, dan sebagainya. Agar mudah di mitigasi penanggulangan bencananya sejak dini.
Daftar 12 wilayah yang berpotensi mengalami banjir rob pada periode 4–10 Desember 2025, yakni:
1. Kamal Muara
2. Kapuk Muara
3. Penjaringan
4. Pluit
5. Ancol
6. Kamal
7. Marunda
8. Cilincing
9. Kalibaru
10. Muara Angke
11. Tanjung Priok
12. Kepulauan Seribu
Menurut Pramono, ancaman banjir tidak berhenti sampai 5 atau 6 Desember saja. Gelombang rob berikutnya berpotensi muncul pada minggu ketiga Desember, sementara puncak curah hujan tinggi diperkirakan terjadi pada Januari.
“Kalau Januari berkaitan dengan dua hal, curah hujan yang tinggi—bahkan ada waktu yang hampir 300 mm. Itu tinggi banget. Saya sudah memerintahkan untuk dilakukan modifikasi cuaca,” tambahnya.
Pramono menekankan pentingnya kerja sama dengan pemerintah pusat untuk menerapkan modifikasi cuaca di Jakarta, Bekasi, hingga Tangerang. Pramono juga mencontohkan kondisi cuaca hari ini yang sebelumnya tampak mendung pekat namun tiba-tiba cerah. Menurut dia, perubahan itu tidak terlepas dari operasi modifikasi cuaca yang dilakukan.
“Enggak mungkin kalau itu tidak kita lakukan modifikasi. Modifikasi tentunya bergantung data dan kondisi lapangannya,” bebernya lagi. Selain itu, Pemprov DKI juga telah menyiapkan lebih dari 600 pompa di berbagai lokasi rawan banjir.
Pramono menegaskan bahwa risiko banjir rob dan curah hujan ekstrem harus dihadapi dengan kesiapan maksimal dari pemerintah maupun masyarakat. Ia pun berharap langkah mitigasi yang dilakukan Pemprov DKI bisa mengurangi dampak yang dirasakan warga pesisir.
Tak hanya disana, Banjir pesisir atau rob juga melanda sejumlah wilayah seperti Pesing Poglar dan Jelambar Baru, Jakarta Barat. Kendalanya, ada bocoran-bocoran dari ‘sheetpile’. Jadi kalau banjir rob, air meluap, keluar ke jalan atau saluran air.
Suku Dinas SDA DKI juga telah memasang tanggul dengan karung pasir untuk penanganan sementara. Puncak banjir rob diprediksi akan terjadi pada Jumat (5/12) siang hingga Sabtu (6/12), termasuk juga yang akan terjadi di Jakarta Barat.
Usai banjir rob mereda, pihaknya bakal menutup secara permanen bocoran-bocoran pada “sheetpile”, yang sementara ini masih ditutupi dengan karung pasir. Khusus untuk banjir di wilayah Jelambar Baru, Sudin Sumber Daya Air (SDA) mengerahkan satu unit pompa bergerak (mobile) untuk mengatasi genangan. Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Sudin SDA Jakarta Barat (Jakbar) dengan mengerahkan pompa untuk mengatasi genangan di wilayah tersebut.







