Wujudkan Green Port Berbasis Riset, Terminal Teluk Lamong Gandeng Kebun Raya Purwodadi-BRIN

oleh -168 Dilihat
Ttl
Langkah ini menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam mengintegrasikan prinsip keberlanjutan sekaligus mendorong peningkatan keanekaragaman hayati di kawasan Terminal Teluk Lamong.

KabarBaik.co, Surabaya — PT Terminal Teluk Lamong (TTL) memperkuat komitmennya terhadap pelestarian lingkungan dengan menggandeng Kebun Raya Purwodadi dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Kolaborasi ini ditandai melalui pertemuan yang berlangsung di Kantor Utama TTL.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam mengintegrasikan prinsip keberlanjutan ke dalam operasional pelabuhan, sekaligus mendorong peningkatan keanekaragaman hayati di kawasan Terminal Teluk Lamong.

Sebagai pelabuhan yang mengusung konsep green port, TTL telah menjalankan berbagai inisiatif ramah lingkungan. Di antaranya penerapan teknologi eco-engineering pada infrastruktur, pemantauan kualitas lingkungan, pengendalian pencemaran, hingga restorasi ekosistem pesisir melalui pelestarian mangrove dan penanaman pohon penyerap polutan guna menekan emisi karbon.

Sekretaris Perusahaan PT Terminal Teluk Lamong, Syaiful Anam, mengatakan kolaborasi ini menjadi langkah strategis dalam menjaga keseimbangan antara aktivitas operasional dan kelestarian lingkungan.

“Pelabuhan masa depan tidak hanya dituntut unggul secara operasional, tetapi juga harus selaras dengan keberlanjutan ekosistem. Sinergi dengan Kebun Raya Purwodadi diharapkan menghadirkan solusi ilmiah yang aplikatif dan berdampak jangka panjang,” ujarnya.

Melalui kerja sama ini, kedua pihak akan fokus pada perlindungan serta pengelolaan ekosistem pesisir dan ruang terbuka hijau berbasis riset. Program yang dijalankan mencakup pengembangan metode penghitungan karbon berbasis vegetasi, pemetaan area konservasi prioritas, edukasi lingkungan, hingga penyusunan strategi pelestarian berkelanjutan.

Syaiful menambahkan, upaya tersebut juga mendukung target nasional dalam menurunkan emisi karbon. Salah satu langkah konkret yang telah diterapkan adalah Terminal Booking System (TBS), yang berfungsi mengatur kedatangan truk untuk mengurangi antrean dan emisi di area pelabuhan.

“TTL secara konsisten mengimplementasikan prinsip ESG (Environmental, Social, and Governance) sebagai respons terhadap tantangan pelabuhan modern. Kami berupaya menjaga ruang hidup yang mendukung keberagaman flora dan fauna sekaligus berkontribusi dalam penanganan perubahan iklim,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu, tim peneliti Kebun Raya Purwodadi juga meninjau fasilitas pembibitan di greenhouse serta area ruang terbuka hijau di kawasan pelabuhan yang ditanami berbagai jenis tanaman, mulai dari tanaman hias, buah, hingga pohon penyerap polutan.

Perwakilan tim peneliti Kebun Raya Purwodadi, Titut Yulistyarini, menekankan pentingnya pengelolaan ekosistem pelabuhan berbasis data dan inovasi.

“Kami akan melakukan kajian komprehensif terkait jenis tanaman yang sesuai dengan kondisi lingkungan Terminal Teluk Lamong, termasuk potensi serapan karbon dan kontribusinya terhadap peningkatan keanekaragaman hayati,” ujarnya.

Kolaborasi ini diharapkan menjadi model pengelolaan pelabuhan berkelanjutan yang tidak hanya berorientasi pada efisiensi logistik, tetapi juga pada pelestarian lingkungan dan keseimbangan ekosistem.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Dani
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.