KabarBaik.co – Sebanyak 1.100 personel gabungan TNI-Polri dan instansi terkait diterjunkan Polresta Malang Kota dalam simulasi Sistem Pengamanan Kota (Sispamkota) yang digelar di depan Balai Kota Malang.
Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari 3.000 elemen masyarakat, mulai dari tokoh agama, tokoh masyarakat, organisasi, hingga komunitas seperti Branjang Kawat, Madas, Sakera Mania, dan Aremania.
Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Nanang Haryono menegaskan, bahwa tujuan utama simulasi adalah untuk melatih kesiapan, soliditas, dan koordinasi seluruh pihak dalam menghadapi potensi kontijensi yang bisa mengganggu Kamtibmas.
“Simulasi ini bukan hanya uji coba teknis, tapi latihan nyata untuk memperkuat koordinasi agar respon lebih cepat dan tepat. Polresta Malang Kota bersama masyarakat siap Jogo Malang,” tegasnya di depan Balaikota Malang.
Dalam skenario, massa yang awalnya melakukan aksi unjuk rasa berubah menjadi anarkis: merusak fasilitas umum, menjarah pusat perbelanjaan, hingga membakar Gedung DPRD Kota Malang. Pasukan Dalmas Polresta Malang Kota menurunkan water canon, sementara Brimob Polda Jatim diterjunkan untuk memulihkan kondisi hingga situasi kembali kondusif.
Sementara itu, Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, yang turut hadir, menilai latihan ini sangat penting untuk memastikan langkah pengamanan berjalan sesuai prosedur.
“Apabila terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, tahapan pengamanan sudah jelas, mulai pendekatan humanis hingga tindakan tegas terukur. Aspirasi masyarakat boleh disampaikan, tapi jangan sampai anarkis karena justru merugikan warga sendiri,” ujarnya.
Simulasi Sispamkota juga menitikberatkan pada pengamanan objek vital, seperti Balai Kota, Gedung DPRD, Rumah Dinas Wali Kota, dan pusat perbelanjaan MOG.
Dengan keterlibatan ribuan personel dan elemen masyarakat, Polresta Malang Kota berharap sinergitas lintas sektor semakin kuat, sehingga keamanan dan kondusifitas Kota Malang tetap terjaga. (*)







