1.226 Rekening Bansos di Jombang Diblokir, Diduga Dipakai Judi Online

oleh -582 Dilihat
WhatsApp Image 2025 09 22 at 10.42.44
Kantor Dinas Sosial Jombang. (Foto: Istimewa)

KabarBaik.co – Sebanyak 1.226 rekening bantuan sosial (bansos) milik Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, diblokir oleh Kementerian Sosial (Kemensos).

Pemblokiran dilakukan setelah Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menemukan adanya indikasi penyalahgunaan rekening bansos untuk transaksi judi online.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Jombang, Agung Hariadi mengatakan, rekening yang diblokir terdiri dari 993 rekening program sembako dan 233 rekening penerima Program Keluarga Harapan (PKH).

“Di Jombang rekening KPM sembako yang diblokir sebanyak 993, sedangkan KPM PKH ada 233. Jadi totalnya 1.226 rekening,” kata Agung, Senin (22/9).

Menurut Agung, penelusuran PPATK tidak hanya menyasar rekening atas nama penerima manfaat, tetapi juga anggota keluarga lain yang tercatat dalam satu Kartu Keluarga (KK). “Misalnya penerima bansos adalah lansia. Kalau ada anggota keluarga yang menggunakan rekening untuk judi online, tetap bisa terblokir,” jelasnya.

Agung mencontohkan salah satu kasus di Jombang. Seorang ibu penerima PKH kaget karena bantuannya tiba-tiba nonaktif. Setelah ditelusuri, ternyata rekening tersebut digunakan untuk judi online oleh suaminya. Atas temuan itu, Dinsos Jombang mengingatkan agar bantuan pemerintah tidak disalahgunakan.

“Kami minta masyarakat lebih bijak. Rekening bansos seharusnya dipakai untuk kebutuhan keluarga, bukan untuk hal-hal yang merugikan diri sendiri,” tegas Agung. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Teguh Setiawan
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.