KabarBaik.co – Tahu lagu dangdut klasik berjudul Keramat? Ya, salah satu mahakarya Rhoma Irama. Lagu ini sarat makna filosofis yang mendalam, menegaskan kedudukan seorang ibu sebagai sosok sakral. Kata “keramat” di sini bukan bermakna mistik, melainkan simbol kesucian moral dan spiritual.
Salah satu lirik yang paling menonjol berbunyi: “Bila kau patuh pada rajamu, lebih patuhlah pada ibumu…”. Lirik ini menegaskan bahwa kepatuhan terhadap kekuasaan, meski sah secara formal, tidak boleh melampaui penghormatan kepada ibu.
Dalam lagu ini, raja atau penguasa melambangkan otoritas duniawi yang fana, sedangkan ibu mewakili kasih, pengorbanan, dan otoritas moral yang lebih tinggi. Bahkan loyalitas kepada penguasa pun harus diimbangi dengan kesadaran akan tanggung jawab moral terhadap orang yang melahirkan dan membesarkan kita.
Lagu Keramat menjadi salah satu dari lima lagu yang dinyanyikan Achmad Valen Akbar alias Valen Pamekasan. Ia baru saja menjadi runner-up di ajang Dangdut Academy (DA) 7 Indosiar. Lagu itu dibawakan dalam acara penyambutan Valen di Gedung Negara Grahadi, Jawa Timur, Kamis (1/1). Yang menarik, Valen menyanyikan Keramat bersama Gubernur Khofifah Indar Parawansa.
Baca Juga: Cak Nawardi Apresiasi Valen Pamekasan: Kalah di Panggung, Menang di Hati Rakyat
Gubernur tampak menyanyikan lagu itu dengan penghayatan penuh. “…Darah dagingmu dari air susunya, jiwa-ragamu dari kasih sayangnya, dialah manusia satu-satunya, yang menyayangimu tanpa ada batasnya…” begitu bait-bait yang didendangkan Khofifah, yang tampil anggun dengan kerudung kuning berpadu batik hitam motif.
Setelah menyanyikan lagu, Gubernur yang juga Ketua Umum PP IKA Unair itu kembali ke tempat duduknya. “Masya Allah, beri tepuk tangan untuk Ibu Gubernur, Masya Allah,” ujar Valen. Khofifah pun tampak menikmati lagu tersebut di kursinya, diapit Wakil Gubernur Jatim Emil Dardak.
Sebelumnya, Khofifah juga meminta Valen menyanyikan lagu Perjuangan dan Doa dari Rhoma Irama. Mantan Menteri Sosial itu ingin memberi pesan agar Valen tidak berhenti berjuang dan selalu bekerja keras, sambil tak lupa berdoa kepada Allah SWT.
Baca Juga: Ah, Plot Twist! Tasya Juarai DA7, Pangeran Dangdut Valen Pamekasan Tergeser
“Semua orang tahunya kan Valen sukses, tapi sebelum itu, ia harus berjuang dan bekerja keras untuk mencapai kesuksesan. Ini yang rata-rata orang tidak tahu, sebab banyak yang hanya melihat hasil akhir. Bahkan Valen sampai juara Dangdut Academy,” ujarnya.
Menurut Khofifah, meski Valen hanya runner-up, bagi dirinya dan masyarakat Jawa Timur, Valen tetap juara di hati. Kesuksesan yang diraihnya tidak lepas dari doa para pendukung, termasuk keluarga dan terutama orang tuanya. “Semoga di balik suksesnya Valen, ia tetap menjadi anak sholeh. Yang pasti, kami semua bangga dan terus mendoakan Valen agar sukses selalu. Kesuksesan tidak hanya lahir dari bakat, tetapi juga doa yang terus mengalir,” kata Khofifah.
Baca Juga: Dari Ladang ke Langit: Kisah Haji Her, Sultan dari Tanah Garam
Acara penyambutan Valen di Gedung Grahadi disambut luar biasa oleh masyarakat. Ribuan orang hadir, sejak pukul 06.00 WIB, dan menyambut Valen serta Mila asal Bogor, kontestan DA7 lainnya. Valen pun menyampaikan pesan agar pendidikan tetap menjadi prioritas. “Sekolah harus tetap setinggi-tingginya. Ya sambil bermusik, sambil kuliah. Raih ilmu setinggi-tingginya,” ujarnya.
Tiba di acara, Valen diarak menggunakan kereta kencana di halaman Gedung Grahadi, sementara pengunjung berebut untuk berfoto dan memanggil namanya. Selain Keramat dan Perjuangan dan Doa, Valen juga membawakan lagu-lagu Rhoma Irama lainnya, yakni Bahtera Cinta, Terkesima, dan Jangan Tunggu Lama-Lama.
Baca Juga: Dari Makkah ke Panggung DA7: Bunda Risma Ikut Borong D’Sultan untuk Valen Pamekasan
Dan, lagu Keramat yang dibawakan Valen bersama Gubernur Khofifah menjadi simbol pengakuan atas kasih dan pengorbanan seorang ibu, sekaligus menyemangati generasi muda untuk terus berkarya, berdoa, dan menghargai akar nilai kehidupan mereka, menjadikan momen ini tak hanya meriah, tapi juga penuh makna. (*)








