18 Juni, Peringatan Hari Internasional Melawan Ujaran Kebencian

oleh -146 Dilihat
WhatsApp Image 2026 06 18 at 8.36.27 AM
Hari Internasional Memerangi Ujaran Kebencian (KabarBaik.co)

KabarBaik.co – Di tengah derasnya arus informasi digital, satu kalimat yang ditulis dalam hitungan detik dapat memicu perpecahan yang berlangsung bertahun-tahun. Karena itulah dunia memperingati Hari Internasional untuk Melawan Ujaran Kebencian (International Day for Countering Hate Speech) setiap tanggal 18 Juni, sebuah momentum global yang mengingatkan bahwa kata-kata bukan sekadar rangkaian huruf, melainkan kekuatan yang dapat membangun atau menghancurkan masyarakat.

Peringatan ini lahir dari keprihatinan dunia terhadap meningkatnya penyebaran ujaran kebencian, terutama melalui media sosial dan platform digital. Pada Juli 2021, Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengadopsi resolusi yang fokus pada ‘penyebaran ujaran kebencian yang berkembang secara eksponensial’ dan menetapkan 18 Juni sebagai Hari Internasional untuk Melawan Ujaran Kebencian. Tanggal tersebut dipilih untuk melanjutkan semangat Strategi dan Rencana Aksi PBB Melawan Ujaran Kebencian yang diluncurkan pada 18 Juni 2019.

Menurut PBB, ujaran kebencian mencakup bentuk komunikasi, baik lisan, tulisan maupun perilaku, yang menyerang atau merendahkan seseorang atau kelompok berdasarkan identitasnya, seperti agama, etnis, kebangsaan, ras, warna kulit, gender, atau faktor identitas lainnya. Fenomena ini dinilai berbahaya karena dapat menjadi pemicu diskriminasi, konflik sosial, bahkan kekerasan massal.

Hari Internasional Melawan Ujaran Kebencian dan Tantangannya di Indonesia

Bagi Indonesia, isu ujaran kebencian bukan hal baru. Sebagai negara yang dihuni lebih dari 270 juta penduduk dengan ratusan kelompok etnis, bahasa, dan keyakinan, menjaga ruang publik yang inklusif menjadi tantangan sekaligus kebutuhan.

Perkembangan internet dan media sosial dalam satu dekade terakhir telah mengubah pola komunikasi masyarakat. Di satu sisi, teknologi memperluas ruang demokrasi dan kebebasan berekspresi. Namun di sisi lain, platform digital juga menjadi lahan subur bagi penyebaran ujaran kebencian, disinformasi, dan polarisasi sosial. PBB menilai kemajuan teknologi telah memperbesar jangkauan dan kecepatan penyebaran ujaran kebencian secara global.

Di Indonesia, berbagai upaya dilakukan untuk menekan penyebaran konten bermuatan kebencian. Pemerintah melalui regulasi ruang digital, peningkatan moderasi platform, serta program literasi digital berupaya mendorong terciptanya ekosistem internet yang lebih sehat. Di saat yang sama, organisasi masyarakat sipil, akademisi, media, dan komunitas digital aktif mengampanyekan toleransi serta penggunaan media sosial yang bertanggung jawab.

Perkembangan penelitian di Indonesia juga menunjukkan meningkatnya perhatian terhadap persoalan ini. Sejumlah studi terbaru menemukan bahwa ujaran kebencian di ruang digital Indonesia menjadi tantangan serius, terutama pada periode-periode sensitif seperti kontestasi politik dan peristiwa sosial yang memicu polarisasi.

Peringatan beberapa tahun terakhir juga terlihat akan munculnya tantangan baru dari perkembangan kecerdasan buatan (AI). PBB mengingatkan bahwa algoritma dan teknologi digital dapat mempercepat penyebaran konten beracun apabila tidak dikelola dengan prinsip hak asasi manusia dan akuntabilitas yang kuat. Namun di sisi lain, AI juga berpotensi menjadi alat untuk mendeteksi serta mencegah penyebaran ujaran kebencian sejak dini.

Bagi Indonesia, tantangan tersebut semakin relevan mengingat tingginya jumlah pengguna internet dan media sosial. Literasi digital, kemampuan memverifikasi informasi, serta kesadaran untuk tidak menyebarkan konten yang merendahkan kelompok tertentu menjadi kunci dalam menjaga persatuan di ruang digital.

Hari Internasional untuk Melawan Ujaran Kebencian bukan sekadar seremoni tahunan. Momentum ini mengajak masyarakat untuk merefleksikan cara berkomunikasi, baik di dunia nyata maupun dunia maya.

Pesan yang ingin disampaikan sederhana namun kuat: kebencian dapat dipelajari, tetapi juga dapat dihapus melalui pendidikan, dialog, dan empati. Di tengah derasnya arus komentar dan unggahan setiap hari, pilihan untuk menyebarkan penghormatan, toleransi, dan fakta yang benar menjadi langkah kecil yang mampu memberi dampak besar bagi masa depan masyarakat yang lebih damai dan inklusif. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Shohibul Umam
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.