Warga Desa Trucuk Bojonegoro Belajar Budi Daya Maggot dan Olah Kompos, Ini Manfaatnya

oleh -92 Dilihat
WhatsApp Image 2026 07 01 at 1.53.51 PM
Kegiatan pembelajaran pengelolaan sampah di Trucuk Bojonegoro (Ist)

KabarBaik.co, Bojonegoro – Upaya membangun budaya pengelolaan sampah berbasis masyarakat terus diperkuat di Bojonegoro. Salah satunya melalui Pelatihan Budidaya Maggot dan Pengolahan Kompos yang digelar di TPS 3R Srawung Makmur, Desa Trucuk, Rabu (1/7).

Kegiatan yang menjadi bagian dari Gerakan Bersama Pengelolaan Sampah dan Perilaku Hidup Bersih ini diikuti Kepala Desa Trucuk, pengurus bank sampah, pengelola TPS 3R, hingga kelompok tani. Selain meningkatkan keterampilan mengolah sampah organik, pelatihan tersebut juga menjadi ajang berbagi pengalaman dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan di tingkat desa.

Dua narasumber dari Sekolah Lapangan Pertanian Pasiran hadir memberikan materi. Salah satunya membahas teknik pembuatan kompos, sementara Saiful memandu praktik budidaya magot sebagai solusi pengelolaan sampah organik yang tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga memiliki nilai ekonomi.

Kepala Desa Trucuk, Sunoko, mengapresiasi dukungan seluruh mitra yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan pelatihan. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi langkah penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat sekaligus membuka peluang usaha dari pemanfaatan limbah organik.

“Harapan kami, ilmu yang diperoleh peserta dapat diterapkan dan dikembangkan sehingga pengelolaan sampah di Desa Trucuk semakin baik serta memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Senada, perwakilan ExxonMobil, Almaliki Ukay Sukaya Subqy, menegaskan bahwa pengelolaan sampah tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, komunitas, dan dunia usaha menjadi kunci keberhasilan.

“Pengelolaan sampah tidak bisa dilakukan sendiri. Dibutuhkan sinergi antara pemerintah, masyarakat, komunitas, dan dunia usaha. Kami berharap TPS 3R Srawung Makmur terus bertumbuh, semakin maju, dan menjadi role model nasional pengelolaan sampah yang mampu memberikan dampak nyata bagi lingkungan maupun perekonomian masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Kepala UPT TPA Banjarsari DLH Bojonegoro, Ira Puspitasari, mengungkapkan tantangan pengelolaan sampah di Bojonegoro masih cukup besar. Setiap hari, sekitar 80 hingga 90 ton sampah masuk ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA), sehingga upaya pengurangan sampah harus dimulai dari sumbernya.

Menurut Ira, keberadaan TPS 3R memiliki peran strategis dalam menekan volume sampah yang berakhir di TPA. Bahkan, TPA Banjarsari saat ini mampu memproduksi kompos sekitar 100–150 kilogram.

“Keberadaan TPS 3R sangat penting karena mampu mengurangi volume sampah yang masuk ke TPA. Pengelolaan dari sumber merupakan kunci. Bahkan di TPA sendiri, produksi kompos sudah mencapai sekitar 100 hingga 150 kilogram. Jika setiap desa mampu mengolah sampah organiknya, tentu beban TPA akan jauh berkurang,” jelasnya.

Perwakilan Alas Institute, Achmad Danial Abidin, menambahkan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari upaya membangun ekosistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan melalui peningkatan kapasitas masyarakat. Menurutnya, pengelolaan sampah tidak hanya memberikan dampak positif bagi lingkungan, tetapi juga mampu menciptakan nilai tambah ekonomi melalui produksi kompos dan budidaya magot.

Selama pelatihan, peserta tidak hanya menerima materi di dalam kelas, tetapi juga mengikuti praktik langsung pembuatan kompos dan budidaya maggot, mulai dari persiapan media, teknik pemeliharaan, hingga pemanfaatan hasilnya.

Melalui kegiatan ini, penyelenggara berharap TPS 3R Srawung Makmur dapat berkembang tidak hanya sebagai tempat pengolahan sampah, tetapi juga menjadi pusat edukasi lingkungan yang mampu menginspirasi desa-desa lain dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang mandiri, produktif, dan berkelanjutan. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Shohibul Umam
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.