2 Anggota Gangster Jadi Tersangka Penculikan dan Penganiayaan Pemuda Gresik, Ini Identitasnya

oleh -2963 Dilihat
ad17747c 5b95 4981 bcd2 34bf407cbe4b
Jajaran Polres Gresik saat mengamankan anggota gangster yang meresahkan masyarakat. (Foto: Andika DP)

KabarBaik.co – Kepolisian telah menetapkan dua anggota gangster ‘Remaja Mbledos Surabaya 20’ sebagai tersangka kasus penculikan dan penganiayaan terhadap R, 16, asal Kecamatan/Kabupaten Gresik.

Dua tersangka itu yakni Supiari, 22, asal Kecamatan Kebomas, Gresik dan Muh Maksun Fuad, 21, asal Kecamatan Manyar, Gresik. Mereka adalah yang memukul dan menyundut korban menggunakan rokok.

“Jadi, ada 10 orang anggota gangster yang kami amankan. Dua ditetapkan sebagai tersangka dan sisanya diperiksa sebagai saksi,” beber Kanit PPA Satreskrim Polres Gresik Ipda Hepi Muslih Riza, Jumat (21/6).

Ipda Hepi pun merinci kronologi peristiwa penculikan dan pengeroyokan. Bermula saat tersangka bersama teman-teman gangsternya menggelar konvoi di sekitaran GKB. Kemudian korban dari warung kopi menembakkan petasan ke arah konvoi.

“Memang awalnya itu korban yang menembakkan petasan saat pelaku dan teman-temannya konvoi. Dan ternyata ada teman pelaku yang mengenali korban,” tandasnya.

Beberapa hari kemudian, para pelaku pun menghampiri R yang sedang nongkrong di tempat kumpul gengnya di wilayah Gresik. R langsung dibawa ke markas di bawah Underpass Gresik.

“Korban dikaplok (tampar, red) dan disundut rokok. Ada luka bakar akibat sundutan rokok di bagian perut dan leher korban,” imbuh Iptu Hepi.

Kini, Supriari dan Maksun Fuad harus menelan pil pahit atas perbuatannya. Mereka terancam mendekam di balik jeruji besi penjara. Aktivitasnya bersama gangster mengantarkannya berhadapan dengan hukum.

Seperti diberitakan, Tim Raimas Kalam Munyeng Sat Samapta Polres Gresik meringkus sejumlah anggota gangster yang kerap berkumpul di Underpass GKB, Gresik, Kamis (20/6) dini hari.

Bahkan, para anggota gangster yang mengatasnakaman kelompoknya sebagai ‘Remaja Mbledos Surabaya 20 Gangster’ itu sempat menculik dan menganiaya pemuda berinisial R asal Kecamatan/Kabupaten Gresik.

Kasat Samapta Polres Gresik Iptu Heri Nugroho membenarkan penangkapan rnam anggota gangster tersebut. Mereka sudah dibawa ke Mapolres Gresik.

“Berdasarkan informasi dari masyarakat sering ada anak-anak remaja yang konvou dengan mengacungkan sajam (senjata tajam),” beber Iptu Heri Nugroho, Kamis (20/6).

Pihaknya pun melakukan penelusuran media sosial dan didapati bahwa gangster dengan sajam sering berkumpul di seputaran GKB, terutama di bawah underpass. Tim Raimas Kalam Munyeng pun langsung bergerak.

“Selama dua hari anggota mengintensifkan patroli di seputara lokasi. Hari pertama mereka berhasil lolos, namun meninggalkan sepeda motor di TKP. Hari kedua kami berhasil mengamankan sebanyak enam anggota geng tersebut,” tandasnya.

“Menurut pengakuan awal, mereka baru saja melakukan serangan balasan terhadap salah satu anggota geng motor. Yakni dengan cara menculik lawannya dan dianiaya, bahkan disulut rokok,” sambung Iptu Heri.

Enam anggota gangster itu rinciannya F, 22 dan EDR, 16 asal Kecamatan Manyar, Gresik. Serta AFM, 16, lalu S, 23 dan WSA, 15 asal Kecamatan Kebomas, Gresik. Satu lagi MR, 16 asal Sumadeng, Tuban. Termasuk empat orang lagi yang diamankan kemudian. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.