KabarBaik.co – Viralnya kasus dua oknum anggota Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang mengadang mobil dinas yang dikendarai oleh Kajari Kabupaten Kediri Pradhana Probo Setyarjo terus bergulir. Informasi terakhir, berkas perkara telah dilimpahkan kepada Kejaksaan.
Menanggapi viralnya aksi tersebut, Pradhana Probo Setyarjo mengaku masih belum mengetahui motif yang bersangkutan mengadang mobil dinasnya. Saat itu ia usai makan malam bareng keluarga kecilnya.
Pradhana meminta pihak aparat terkait untuk menyelediki motif pengadangan tersebut. Pradhana juga meminta dukungan agar kasus ini segera bisa terlewati dan kedepannya ia berharap tidak terjadi lagi.
Geger! Kajari Kabupaten Kediri Diadang 2 Orang Tak Dikenal, Sempat Lepaskan Tembakan
“Saya enggak pengin lah ini adalah tanah Jawa ya, kita mayoritas di sini suku Jawa yang tentunya menjunjung tinggi nilai-nilai adat Jawa. Kan enggak ada penghadangan segala macam itu jauh dari nilai-nilai budaya Jawa itu,” tukasnya, Jumat (3/1).
Ia pun membeberkan kisahnya selama bertugas di luar Pulau Jawa seperti di Pulau Sumatera. Menurutnya aksi-aksi pengadangan seperti kemarin itu seperti layaknya seorang pembegal.
“Sudah tidak ada di tempat-tempat lain. Itu ya dapat dipastikan yang mengadang adalah begal,” imbuhnya.
Ia pun menambahkan bila sepatutnya suku Jawa adalah suku yang paling punya adab, apalagi di Kediri sangat banyak sekali kiai, ulama dan para tokoh agama lainya yang bisa mengangkat nilai-nilai adat Jawa dengan nilai nilai agama yang lebih tinggi.
“Tapi alhasil apa yang kita lihat tentunya ini pasti ada suatu miss dimana kami butuh dukungan semua pihak untuk mengembalikan bagaimana situasi di tempat yang kita cintai dapat pulih, kondusif dan menjadi kiblat se-Indonesia bahwa adat Jawa adalah suku yang memilili adab sopan santun,” pungkasnya. (*)







