KabarBaik.co — Dinas Peternakan (Disnak) Jombang meningkatkan kewaspadaan menyusul kembali terdeteksinya penyakit mulut dan kuku (PMK) pada awal 2026.
Salah satu langkah utama yang dilakukan adalah mempercepat vaksinasi pada ternak sapi milik masyarakat. Berdasarkan data Dinas Peternakan tercatat sebanyak 32 ekor sapi dinyatakan positif terjangkit PMK.
Penyakit ini dikenal sangat mudah menular dan menyerang hewan berkuku belah, seperti sapi, kerbau, kambing, dan domba.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Peternakan Jombang Azis Daryanto mengatakan kasus PMK saat ini tersebar di 10 kecamatan. Kecamatan Jogoroto menjadi wilayah dengan temuan terbanyak.
“Sebagian besar kasus memang berada di Jogoroto. Namun jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, jumlahnya relatif lebih rendah,” ujar Azis, Selasa (20/1).
Adapun rincian sebaran 32 kasus PMK tersebut yakni Jogoroto sebanyak 15 ekor sapi. Kecamatan Jombang dan Perak masing-masing tercatat 3 ekor.
Sementara Bandar Kedungmulyo, Bareng, Gudo, dan Sumobito masing-masing 2 ekor. Sisanya tersebar di Kecamatan Kudu, Mojowarno, dan Peterongan, masing-masing 1 ekor.
Untuk memutus mata rantai penularan, Disnak Jombang mulai melaksanakan vaksinasi PMK secara bertahap. Kegiatan perdana dilakukan di Kecamatan Wonosalam dengan memanfaatkan bantuan vaksin dari APBN 2025 yang disalurkan melalui koperasi unit desa (KUD).
“Vaksinasi dimulai di Wonosalam dengan sekitar seribu dosis. Targetnya seluruh sapi milik warga, khususnya di Desa Wonomerto dan Galengdowo, bisa tervaksin hingga pekan depan,” jelas Azis.
Selain vaksinasi, pengendalian rutin juga dilakukan melalui penyemprotan disinfektan di pasar-pasar hewan. Kegiatan ini dilaksanakan secara berkala setiap dua minggu sekali.
Beberapa pasar hewan yang menjadi fokus penyemprotan antara lain Pasar Kabuh, Ploso, Tambar, Ngoro, Sidowarek, dan Mojoagung.
Menurut Azis, kemunculan kembali PMK diduga dipengaruhi kondisi cuaca ekstrem selama musim penghujan. Lingkungan yang lembap dinilai mempercepat perkembangan virus.
Faktor lain yang turut meningkatkan risiko penularan adalah masih banyaknya anak sapi yang belum divaksin, serta masuknya ternak dari luar daerah tanpa riwayat vaksinasi yang jelas.
Disnak Jombang pun mengimbau para peternak untuk tetap waspada dan berperan aktif dalam pengendalian PMK.
Peternak diminta segera melapor jika menemukan gejala PMK, mengisolasi ternak yang sakit, mengikuti program vaksinasi pemerintah, serta menjaga kebersihan kandang dan menerapkan biosekuriti secara ketat.
Dengan sinergi antara pemerintah daerah dan peternak, Disnak Jombang berharap penyebaran PMK dapat ditekan dan tidak meluas ke wilayah lain. (*)









