KabarBaik.co, Bojonegoro – Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Bojonegoro belum sepenuhnya berjalan secara menyeluruh. Hingga awal Juli 2026, baru 85 koperasi yang telah beroperasi dan melakukan transaksi. Sementara itu, sebanyak 345 KDKMP lainnya masih belum aktif.
Padahal, seluruh desa dan kelurahan di Bojonegoro yang berjumlah 430 telah membentuk KDKMP sebagai bagian dari program nasional untuk penguatan ekonomi desa.
Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro (Dindagkopum) Bojonegoro, Moh. Akhmadi, mengatakan 85 koperasi yang kini telah beroperasi merupakan KDKMP yang diresmikan Presiden Prabowo Subianto dalam peluncuran serentak 1.000 KDKMP di Kabupaten Nganjuk pada 16 Mei 2026.
“Ada 85 KDKMP yang sudah beroperasi. Ke-85 KDKMP ini merupakan koperasi yang telah di-launching Presiden di Nganjuk bersama 1.000 KDKMP lainnya,” ujar Akhmadi, Kamis (2/7).
Berdasarkan data Dindagkopum Bojonegoro, 85 KDKMP aktif tersebut tersebar di 21 kecamatan. Sementara Kecamatan Kapas menjadi wilayah dengan jumlah koperasi aktif terbanyak, yakni 11 unit.
Selanjutnya, Kecamatan Kepohbaru, Kanor, dan Trucuk masing-masing memiliki delapan KDKMP aktif. Kecamatan Dander memiliki tujuh unit, Kalitidu enam unit, Malo lima unit, serta Sukosewu dan Balen masing-masing empat unit.
Sementara itu, Kecamatan Gayam, Ngasem, dan Baureno masing-masing memiliki tiga koperasi yang telah beroperasi. Adapun Kecamatan Bojonegoro, Purwosari, Temayang, Bubulan, dan Sumberrejo masing-masing memiliki dua KDKMP aktif.
Sedangkan Kecamatan Sugihwaras, Kedungadem, Padangan, Tambakrejo, dan Kasiman baru memiliki masing-masing satu KDKMP yang telah menjalankan operasional.
Dengan demikian, masih terdapat 345 desa dan kelurahan di Kabupaten Bojonegoro yang KDKMP-nya belum mulai beroperasi maupun melakukan transaksi. Ratusan KDKMP yang belum mulai beroperasi itu disebabkan karena belum selesai pembangunannya. Adapun yang sudah selesai pembangunannya belum siap manajemennya.
Ketua Asosiasi KDKMP Bojonegoro, Sugianto, membenarkan bahwa 85 koperasi yang telah aktif merupakan bagian dari KDKMP yang diresmikan dalam peluncuran nasional di Kabupaten Nganjuk.
Ia juga menanggapi rencana penempatan tenaga manajer untuk mendukung operasional koperasi. Menurutnya, berdasarkan informasi yang diterimanya, satu orang manajer nantinya akan mendampingi beberapa KDKMP.
“Informasi yang saya dengar, manajer akan membackup beberapa KDKMP. Karena nantinya ada dua sistem manajer yang membantu operasional koperasi tersebut,” kata Sugianto. (*)






