38 Siswa Keracunan MBG di Darmaji Lombok Tengah gegara Susu Terkontaminasi Bakteri

oleh -97 Dilihat
BBPOM Mataram

KabarBaik.co, Lombok Tengah – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang seharusnya menjamin kesehatan dan asupan gizi anak sekolah justru berubah menjadi ancaman serius. Hasil uji laboratorium BPPOM Mataram membuktikan susu kemasan yang dibagikan kepada siswa di Desa Darmaji, Kopang, Lombok Tengah, terkontaminasi bakteri berbahaya hingga menyebabkan 38 siswa keracunan.

Ironisnya, dari tiga sampel susu yang diuji, seluruhnya dinyatakan tidak aman. Satu kemasan tanpa tanggal kedaluwarsa mengandung bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Sementara dua kemasan lain yang mencantumkan tanggal kedaluwarsa 16 Januari dan 17 Januari 2026 juga terkontaminasi Escherichia coli, Staphylococcus aureus, serta Bacillus cereus.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit serta Kesehatan Lingkungan (P3KL) Dinas Kesehatan Lombok Tengah, Putrawangsa, mengakui bahwa susu menjadi sumber utama masalah yang menyebabkan para siswa mengalami mual dan pusing.

“Rata-rata yang bermasalah itu susunya. Itu yang menyebabkan penerima manfaat mengalami mual dan pusing,” ujar Putrawangsa, Rabu (4/2).

Namun, ia mengatakan penetapan penyebab secara hukum menjadi kewenangan aparat kepolisian.

Meski demikian, kejadian ini menimbulkan kesan lemahnya pengawasan terhadap pelaksanaan program MBG, terutama pada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) selaku penyalur. Produk susu tanpa tanggal kedaluwarsa seharusnya tidak lolos dalam rantai distribusi, apalagi dikonsumsi oleh anak-anak.

Hingga kini, SPPG penyalur MBG di Desa Darmaji dilaporkan belum kembali beroperasi, sementara sanksi terhadap pihak terkait masih belum jelas.

Putrawangsa menyebut hasil laboratorium telah diserahkan kepada Badan Gizi Nasional (BGN) untuk ditindaklanjuti. Namun, publik masih menunggu langkah tegas, termasuk evaluasi menyeluruh dan penindakan nyata terhadap pihak yang lalai. Tanpa sanksi tegas, kejadian serupa berpotensi terulang dan kembali mengorbankan kesehatan anak sekolah.

Dinas Kesehatan Lombok Tengah menyatakan telah melakukan inspeksi terhadap peralatan, fasilitas, serta proses pengolahan dan distribusi makanan setelah laporan keracunan diterima. Kasus ini juga tercatat dalam Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR) serta dilaporkan ke Dinas Kesehatan Provinsi NTB. Namun, langkah reaktif tersebut dinilai terlambat karena pengawasan seharusnya dilakukan sebelum makanan dibagikan.

Sebagai informasi, insiden keracunan terjadi pada Sabtu (17/1/26). Sebanyak 38 siswa dari SDN 1 Darmaji dan MI Hidayatusholihin NW menjadi korban setelah mengonsumsi susu kemasan MBG. Sebanyak 24 siswa dilarikan ke Puskesmas Pengadang dan 14 siswa dirawat di Puskesmas Muncan. Dua siswa sempat menjalani rawat inap, sementara lainnya dipulangkan setelah kondisi membaik. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Arief Rahman
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.