4 Guru SMK di Malang Dilepas Magang ke Jerman, Fokus Teknologi Manufaktur hingga Smart Factory

oleh -94 Dilihat
WhatsApp Image 2026 08 24 at 8.28.40 PM
Pelepasan empat guru SMK Kabupaten Malang magang ke Jerman (foto: Humas Pemprov Jatim)

KabarBaik.co, Malang – Empat guru SMK asal Kabupaten Malang mendapat kesempatan mengikuti program magang kompetensi ke Jerman. Mereka akan memperdalam keahlian di bidang teknologi manufaktur, rekayasa, automation, mechatronics, hingga smart factory.

Keempat guru tersebut resmi dilepas dalam kegiatan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus Pelepasan Delegasi Program Magang Luar Negeri bagi Guru SMK Tahun 2026 di Aula Bakorwil Malang, Senin (24/8) malam.

Kegiatan tersebut digelar Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Malang bersama Bakorwil Malang. Dari 14 guru asal Jawa Timur yang mengikuti program magang ke Jerman, empat di antaranya berasal dari Kabupaten Malang.

Kepala Bakorwil Malang, Asep Kusdinar, menyebut kesempatan tersebut sebagai momentum penting untuk meningkatkan kualitas kompetensi guru sekaligus memperluas wawasan pendidikan vokasi.

Ia berpesan agar para guru memanfaatkan pengalaman selama berada di Jerman untuk menyerap pengetahuan dan teknologi yang dapat diterapkan ketika kembali ke daerah.

“Jadikan kesempatan belajar di luar negeri ini momentum untuk menjadikan Kabupaten Malang mendunia di kancah internasional. Belajar yang sungguh-sungguh, gali ilmu sebanyak mungkin, dan berikan yang terbaik untuk Jawa Timur,” pesan Asep.

Salah satu guru yang diberangkatkan yakni Suharianto, S.T. dari SMK Negeri 1 Gedangan. Ia akan mengikuti program di TU Dresden dengan fokus Teknologi Manufaktur dan Rekayasa.

Sementara tiga guru lainnya, Hermawan dari SMKN 2 Singosari, Rizki Alviyansyah dari SMKN 1 Singosari, dan Habibah Eky Gumilar dari SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi, akan mengikuti program di Festo Didactic SE.

Di mana, ketiganya akan mendalami bidang Automation, Mechatronics, dan Smart Factory.

Menurut Asep, penguatan kompetensi guru sangat dibutuhkan agar pendidikan vokasi mampu mengikuti perkembangan teknologi yang semakin cepat serta tuntutan dunia industri.

Namun, ia menekankan agar hasil program magang tidak hanya memberikan manfaat bagi empat guru yang berangkat.

“Yang terpenting setelah kembali nanti adalah bagaimana ilmu yang diperoleh bisa ditularkan. Jangan berhenti pada empat orang. Pengetahuan tentang teknologi manufaktur, automation, mechatronics maupun smart factory harus bisa berkembang dan memberikan manfaat bagi guru dan siswa lainnya,” ujarnya.

Sebagai tindak lanjut, keempat guru tersebut diharapkan melakukan diseminasi pengetahuan kepada guru-guru SMK lainnya di Kabupaten Malang setelah menyelesaikan program magang.

Dengan demikian, pengalaman belajar di Jerman diharapkan memberikan efek berganda terhadap peningkatan kualitas pendidikan vokasi di Kabupaten Malang.

Selain peningkatan kompetensi guru, Bakorwil Malang mendorong penguatan kolaborasi antara pemerintah, sekolah, guru, dunia industri, dan berbagai pemangku kepentingan pendidikan.

Asep menilai pendidikan tidak dapat berjalan sendiri. Dibutuhkan sinergi antarpihak agar berbagai program peningkatan kualitas SDM dapat berlangsung secara berkelanjutan.

“Pendidikan tidak bisa berjalan sendiri. Dibutuhkan sinergi antara pemerintah, sekolah, guru, dunia industri dan seluruh pemangku kepentingan. Bakorwil Malang akan terus mendorong ruang kolaborasi tersebut agar program-program pendidikan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas SDM,” tegasnya.

Pelepasan delegasi guru tersebut juga dirangkai dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Kegiatan diawali pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan salawat Nabi oleh tim Al-Banjari siswa SMK NU Miftahul Huda Kepanjen.

Tausiah agama disampaikan Eko Prasetyo, Pengawas SMA Cabdindik Kabupaten Malang, yang mengajak seluruh peserta meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam menjalankan tugas di dunia pendidikan.

Kepala Cabdindik Wilayah Kabupaten Malang, Dwi Anggraeni, berharap momentum tersebut dapat mempererat silaturahmi sekaligus menjadi pemantik kolaborasi antara Cabdindik, Bakorwil, sekolah, dan berbagai pihak.

Dalam kegiatan yang sama, diberikan apresiasi kepada Mokh. Agus Santoso, Pengawas SMA yang memasuki masa purna bakti setelah mengabdikan diri selama 39 tahun.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan pemotongan tumpeng sebagai simbol syukur dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Melalui program magang luar negeri ini, empat guru Kabupaten Malang diharapkan tidak hanya membawa pulang pengalaman baru, tetapi juga mampu menularkan pengetahuan dan teknologi kepada guru serta siswa di sekolah masing-masing.

Langkah tersebut diharapkan menjadi bagian dari upaya menjadikan pendidikan vokasi Kabupaten Malang semakin adaptif, inovatif, dan mampu menjawab kebutuhan industri di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Putut Priyono
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.