KabarBaik.co, Tuban – Upaya mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis desa terus diperkuat. Kali ini, Kodim 0811 Tuban membagikan sebanyak 42 unit truk operasional kepada desa-desa untuk mendukung aktivitas Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
Pembagian truk tersebut menjadi bagian dari strategi memperkuat distribusi dan operasional koperasi di tingkat desa. Bantuan ini diprioritaskan bagi desa yang telah menyelesaikan pembangunan KDMP.
Penyerahan berlangsung dengan melibatkan sejumlah unsur pimpinan daerah, seperti Wakil Bupati Tuban Joko Sarwono, Ketua DPRD Tuban Sugiantoro, serta perwakilan Kejaksaan Negeri dan Polres Tuban.
Komandan Kodim 0811 Tuban, Letkol Inf Galih Sakti Pramudyo, mengungkapkan bahwa progres pembangunan KDMP di Kabupaten Tuban tergolong tinggi dibanding daerah lain di Indonesia.
“Untuk kendaraan truk maupun perlengkapan lainnya masih menunggu. Seperti di Lamongan itu sudah, tetapi Tuban saat ini masih kendaraan truk ini saja,” ujar Galih, Rabu (25/3).
Ia menjelaskan, total 42 unit truk yang dibagikan merupakan kendaraan jenis Fuso Mitsubishi berwarna putih dengan identitas Koperasi Merah Putih. Truk-truk tersebut telah tiba sejak Jumat (20/3) dan kini mulai disalurkan secara bertahap. “Untuk kendaraan yang kami serahkan hari ini sebanyak 42 unit,” tambahnya.
Dari total 328 desa di Kabupaten Tuban, pembangunan KDMP telah mencapai sekitar 50 persen atau kurang lebih 250 unit. Pemerintah menargetkan seluruh program ini rampung pada Juni 2026. “Sambil menunggu regulasinya, harapannya target kita bulan Juni segera rampung,” imbuh Galih.
Wakil Bupati Tuban, Joko Sarwono, menegaskan bahwa keberadaan truk operasional menjadi faktor penting dalam mendukung manajemen serta aktivitas ekonomi koperasi desa.
“Penyerahan truk KDMP melalui Kodim 0811 Tuban hari ini tentu berkaitan dengan pelaksanaan dalam rangka meningkatkan ekonomi masyarakat Kabupaten Tuban, khususnya operasional manajemen KDMP,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan agar setiap desa melakukan pencatatan aset secara tertib setelah menerima bantuan tersebut. “Tentunya pencatatan aset yang dimiliki oleh KDMP bersama Pemerintah Desa setempat,” jelasnya.
Optimisme juga datang dari pemerintah desa. Kepala Desa Simo, Kecamatan Soko, M. Sukur, menyebut program ini selaras dengan visi pembangunan daerah.
“Kami sangat optimistis program ini bisa mendorong perekonomian desa. Ini sejalan dengan program ‘Mbangun Deso Noto Kutho’. Jika ekonomi tumbuh dari desa, kami yakin negara akan semakin kuat,” pungkasnya. (*)








