5.078 Rumah di Gresik Rusak Diguncang Gempa Bawean, Korban Bakal Terima Bantuan hingga Rp 60 Juta

Editor: Andika DP
oleh -145 Dilihat
Kondisi salah satu bangunan di Pulau Bawean yang rusah parah akibat diguncang gempa. (Foto: Ist)

KabarBaik.co – Gempa Bawean berkekuatan Magnitudo (M) 6.0 dan M 6.5 pada Jumat (22/3), menyisakan pilu dan duka yang mendalam. Selain trauma, ribuan keluarga harus menerima nasib rumah mereka hancur digoyang gempa. Tidak sedikit, rumak yang rusak mencapai 5.078 unit.

Untuk kerusakan akibat gempa bumi sedikitnya 2.972 rumah mengalami rusak ringan yang tersebar di 35 desa se-Kabupaten Gresik. Sementara kerusakan sedang dialami 1.286 rumah serta 820 rumah mengalami rusak berat.

Ditambah lagi, ada 143 tempat ibadah rusak ringan, 10 tempat ibadah rusak sedang dan 11 tempat ibadah mengalami kerusakan berat. Kerusakan juga dialami 59 sekolah rusak ringan, 11 sekolah rusak sedang, 5 sekolah rusak berat, 1 ponpes rusak sedang, 13 kantor rusak ringan, 1 kantor rusak berat serta 1 rumah sakit rusak ringan.

Baca juga:  Ikhtiar Zero Stunting, Bupati dan Ketua PKK Gresik Lakukan Pelacakan di Benjeng

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjend TNI Suharyanto menjelaskan, para korban mayoritas warga dua kecamatan di Pulau Bawean. Yakni Kecamatan Sangkapura dan Tambak.

Pihaknya bersama seluruh pihak terkait sudah dan mengirimkan logistik bantuan untuk korban gempa di Pulau Bawean. Termasuk mendirikan tenda darurat serta dapur umum. Selain bantuan tersebut, BNPB juga akan memberikan bantuan dana perbaikan rumah yang alami kerusakan akibat gempa ini.

“Pemerintah pusat, pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten semua bersatu padu. Pemerintah pusat nanti untuk yang rusak berat rumahnya ambruk akan dapat penggantian Rp 60 juta, rusak sedang juga dapat bantuan Rp 30 juta, rusak ringan juga dapaat bantuan Rp 15 juta,” jelas Suharyanto.

Baca juga:  Maling Motor 3 TKP di Gresik Tertangkap saat Main Judi Slot

Ganti rugi itu akan diberikan setelah transisi status tanggap darurat. Tim akan melakukan pendataan dan assesment terkait kondisi kerusakan bangunan yang ada. Sehingga bantuan yang disalurkan bisa tepat sasaran dan menghindari polemik di masyarakat.

Hal itu disampaikan Letjend TNI Suharyanto saat memimpin rapat koordinasi (rakor) penanganan gempa Bawean di Kantor Bupati Gresik, Senin (25/3). Pihaknya akan berfokus pada pemulihan di Pulau Bawean. Mulai dari memastikan kebutuhan dasar terpenuhi, transisi kedaruratan dan rehabilitasi.

Baca juga:  Bantuan Terus Mengalir, Bupati Gresik Pimpin Penanganan Gempa Bawean

Sementara itu, Pj Gubernur Jatim Adhy Karyono mengatakan -dapun total jumlah pengungsi di Kabupaten Gresik yang berhasil di data oleh BPBD Provinsi Jawa Timur hingga Minggu (24/3) pukul 12.00 WIB yaitu untuk pengungsi anak sebanyak 6.277 jiwa, dewasa sebanyak 8.833 jiwa dan pengungsi lansia sebanyak 2.534 jiwa.

“Akan tetapi, sebagian besar warga mengungsi bukan karena rumah mereka rusak akibat gempa. Tetapi karena faktor trauma karena masih ada gempa susulan, dan adanya isu tsunami dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Sehingga kita sudah menerjunkan tim untuk mendampingi para korban,” tandas Adhy Karyono.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News


No More Posts Available.

No more pages to load.