KabarBaik.co, Malang – Kekeringan yang melanda sejumlah wilayah Kabupaten Malang bagian selatan mulai berdampak serius terhadap ketersediaan air bersih. Sebanyak 7.606 warga di Kecamatan Sumbermanjing Wetan dan Gedangan kini menjadi penerima bantuan air bersih dari BPBD Kabupaten Malang.
Sejak 8 hingga 17 Agustus 2026, BPBD Kabupaten Malang telah menyalurkan sedikitnya 155.000 liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak kemarau panjang.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang Sadono Irawan mengatakan distribusi dilakukan sebagai bagian dari penanganan tanggap darurat bencana kekeringan yang ditetapkan mulai 3 Agustus hingga 31 Desember 2026.
“Berdasarkan laporan distribusi air bersih Pusdalops PB BPBD Kabupaten Malang, penerima manfaat tersebar di Desa Sumberagung, Kecamatan Sumbermanjing Wetan (Sumawe), dan Desa Tumpakrejo, Kecamatan Gedangan,” ujar Sadono, Selasa (18/8).
Di Desa Sumberagung, distribusi air bersih mencapai 80.000 liter selama 8-16 Agustus 2026. Bantuan tersebut diperuntukkan bagi 967 kepala keluarga atau 3.611 jiwa.
Selain permukiman warga, BPBD juga memasok air bersih ke Puskesmas Sitiarjo. Hingga 16 Agustus 2026, fasilitas kesehatan tersebut telah menerima 15.000 liter air sejak distribusi dimulai pada 9 Agustus.
Sementara di Kecamatan Gedangan, bantuan air bersih difokuskan di Desa Tumpakrejo. Sejak 12 hingga 17 Agustus 2026, BPBD telah menyalurkan 60.000 liter air untuk memenuhi kebutuhan warga.
“Sedangkan Desa Tumpakrejo sendiri tercatat memiliki 1.257 KK atau 3.995 jiwa yang menjadi penerima manfaat,” ujar Sadono.
Distribusi air bersih bahkan tetap dilakukan pada momentum peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Senin (17/8). BPBD bersama Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Malang kembali mengirimkan bantuan untuk masyarakat di wilayah terdampak.
Menurut Sadono, bantuan diprioritaskan bagi wilayah yang sumber airnya mulai mengering akibat kemarau. Air yang disalurkan digunakan masyarakat untuk berbagai kebutuhan sehari-hari, seperti minum, memasak, dan sanitasi.
Dalam penanganan kekeringan tersebut, BPBD Kabupaten Malang melibatkan PMI Kabupaten Malang, perangkat desa setempat, Puskesmas Sitiarjo, Buana Solusindo, serta Marva Telekomunikasi.
BPBD memastikan distribusi air bersih akan terus dilakukan secara berkala selama kekeringan masih berdampak terhadap masyarakat di wilayah rawan Kabupaten Malang. (*)







