Ahmad Dhani Sebut Surabaya Berubah Total, dari Kota Panas Jadi Modern

oleh -127 Dilihat
WhatsApp Image 2026 08 11 at 1.57.37 PM
Ahmad Dhani di DPRD Surabaya (Sugiantoro)

KabarBaik.co, Surabaya — Anggota Komisi X DPR RI Ahmad Dhani Prasetyo mengunjungi Gedung DPRD Surabaya pada Selasa (11/8). Kedatangannya bukan sekadar melihat karya peserta Lomba Fotografi Jurnalis Dewan Surabaya (Judes) Indonesia, melainkan juga menjadi momentum menyoroti transformasi wajah Surabaya selama lebih dari tiga dekade.

Dalam bincang santai bersama Ketua Fraksi Gerindra DPRD Surabaya sekaligus Ketua Pokja Judes Indonesia, Inyong Maulana, Dhani berbagi pengalaman menyaksikan perubahan Surabaya sejak awal 1990-an. Menurutnya, wajah Surabaya saat ini jauh berbeda dibanding masa awal ia berkarier di dunia musik.

Dulu Dianggap Kota Daerah, Kini Menjadi Identitas yang Menarik

“Surabaya itu tidak kalah maju. Banyak daerah yang dulu kosong, kini menjadi kota yang maju penuh gedung-gedung,” ujar Dhani.

Perubahan itu tak hanya fisik, melainkan juga citra masyarakatnya. Dhani membandingkan persepsi terhadap warga Surabaya 35 tahun silam dengan masa kini.

“Dulu ada anggapan anak Surabaya itu anak daerah. Sekarang tidak lagi. Surabaya sudah menjadi identitas yang menarik,” katanya.

Ia menyebut perubahan itu ikut mengubah pandangan masyarakat luar terhadap warga Surabaya. Karakter kental berbahasa Jawa yang dulu dianggap kurang menarik, kini justru menjadi daya tarik tersendiri.

“Dulu kalau ada perempuan Surabaya cantik tapi logatnya Jawa, cowok-cowok Jakarta bisa mundur. Sekarang malah direbutkan. Itu kini menjadi sesuatu yang menarik,” ujarnya disambut tawa peserta.

Era Risma Mengubah Surabaya yang Dulu ‘Panas’

Dhani secara khusus menyoroti perubahan nyata yang terjadi pada masa kepemimpinan Tri Rismaharini sebagai Wali Kota Surabaya.

“Saya harus mengakui, saat Bu Risma memimpin, Surabaya mengalami perubahan nyata. Dulu Surabaya itu panas. Zaman saya memang panas. Sekarang jauh berbeda,” tegasnya.

Perubahan itu pun dirasakan tamu luar kota. “Beberapa teman saya yang baru pertama kali ke Surabaya pun berkata, ‘Surabaya sekarang jauh berbeda dibanding zaman dulu’,” tambahnya.

Pembangunan Harus Sejalan dengan Ruang Kreativitas

Dhani berharap kemajuan infrastruktur tetap diimbangi penguatan seni dan budaya. “Jangan sampai pembangunan kota justru menjauhkan ruang bagi kreativitas anak muda. Fasilitas untuk seni, musik, dan budaya harus tetap ada,” tegasnya.

Ia juga memuji karakter warga Surabaya yang berani menyampaikan kritik secara langsung dan lugas. Sikap itu dinilai menjadi modal berharga dalam mengawal pembangunan kota.

Terakhir, Dhani berharap Surabaya tak sekadar menjadi kota modern dan hijau, namun terus melahirkan identitas baru melalui seni, budaya, dan kreativitas warganya. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Sugiantoro
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.