Air Berbau Menyengat Muncul dari Rumah Warga di Dukohkidul Bojonegoro, Ini Langkah Pemkab

oleh -359 Dilihat
IMG 20260328 WA0008 1
Petugas meninjau lokasi munculnya rembesan air di Ngasem Bojonegoro. (Foto: Shohibul Umam)

KabarBaik.co, Bojonegoro – Warga Desa Dukohkidul, Kecamatan Ngasem, Bojonegoro, digegerkan dengan munculnya rembesan air berbau gas di pemukiman rumah warga. Kejadian ini menjadikan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro turun tangan melakukan uji lab untuk memastikan keselamatan warga.

Sumber air tersebut diketahui berasal dari rumah milik Moch Talkhis (63), warga RT 01 RW 01. Bau yang ditimbulkan sempat membuat khawatir penghuni rumah serta warga sekitar, meski saat ini intensitasnya mulai berangsur berkurang.

Kepala Desa Dukohkidul, Sulibianto, mengungkapkan bahwa fenomena tersebut diduga berkaitan dengan keberadaan sumur lama yang sebelumnya berada di samping rumah korban. Kejadian ini mulai muncul pada Kamis (26/3) lalu.

“Dulu di samping rumah itu ada sumur lama yang sudah diurug. Kemungkinan rembesan air ini berasal dari situ, disertai bau gas atau belerang yang cukup menyengat,” jelasnya.

Ia menambahkan, kejadian ini merupakan yang pertama kali di wilayahnya. Pemerintah desa pun langsung berkoordinasi dengan instansi terkait untuk penanganan lebih lanjut.

Tim dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bojonegoro telah turun ke lokasi guna melakukan pemeriksaan. Selain itu, petugas juga mengambil sampel air untuk diuji di laboratorium. “Hasil uji laboratorium diperkirakan keluar dalam tiga hari ke depan,” imbuh Sulibianto.

Sementara itu, Kapolsek Ngasem, Iptu Mujianto, memastikan pihak kepolisian telah melakukan langkah pengamanan di lokasi kejadian. Garis polisi dipasang untuk membatasi akses warga demi menghindari potensi bahaya.

“Kejadian ini sudah kami laporkan ke instansi terkait, dalam hal ini DLH. Lokasi juga sudah kami pasangi garis polisi,” tegasnya.

Hingga kini bau menyengat masih tercium meski tidak sekuat saat pertama kali muncul. Warga diimbau tetap waspada dan tidak mendekati area tersebut sambil menunggu hasil uji laboratorium guna memastikan kandungan air serta potensi risikonya. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Shohibul Umam
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.